Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ruang Fiskal lebih Longgar, jika Tata Kelola SDA dan Program Strategis Diperbaiki

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 00:47 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Imamudin menyatakan optimisme bahwa ekonomi RI akan bergerak ke arah positif dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Optimisme tersebut dipicu oleh meredanya tensi geopolitik global yang berpotensi menurunkan harga minyak dunia serta tren penguatan nilai tukar rupiah.

Kunci utama pemulihan tegasnya terletak pada perbaikan tata kelola pemerintahan, terutama dalam implementasi program-program strategis nasional seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan koperasi desa.

“Jika tata kelola sumber daya alam dan program strategis diperbaiki, ruang fiskal akan jauh lebih longgar.

Dampaknya bisa digunakan untuk memperkuat pendidikan, kesehatan, pengembangan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja secara berkelanjutan,” katanya.

Keadilan Sosial

Dosen Magister Ekonomi dan Terapan Unika Atma Jaya YB.

Suhartoko mengatakan bahwa efisiensi anggaran belanja negara berbeda dengan penghematan.

Menurutnya, fokus kebijakan harus pada optimalisasi pengeluaran agar lebih tepat sasaran.

Tujuan utama kebijakan fiskal papar Suhartoko adalah mengelola penerimaan dan pengeluaran negara untuk mengendalikan inflasi, mengurangi pengangguran, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mewujudkan keadilan sosial melalui pemerataan pendapatan.

“Berkaitan dengan itu, efisiensi anggaran adalah proses mengoptimalkan pengeluaran dana agar lebih hemat dan tepat sasaran tanpa mengorbankan kualitas pelayanan atau hasil yang ingin dicapai,” kata Suhartoko.

Sedangkan, kebijakan efisiensi bertujuan menghindari pemborosan dan mengalokasikan anggaran untuk program-program yang lebih produktif.

Selain itu, Suhartoko menekankan pentingnya menjaga keseimbangan kepentingan pusat dan daerah dalam setiap kebijakan efisiensi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.