Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Kabupaten Nabire Atur Pasokan dari Luar untuk Stabilkan Harga Telur Lokal

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 08:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kabupaten Nabire Atur Pasokan dari Luar untuk Stabilkan Harga Telur Lokal Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire Yasor Victor Sawo bersama TPID saat meninjau peternak ayam petelur di Nabire, Rabu (17/6/2026).

NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melakukan sejumlah langkah intervensi untuk menstabilkan stok dan harga telur ayam sekaligus melindungi peternak lokal antara lain dengan mengatur pasokan telur dari luar daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, di Nabire, Rabu (17/6) mengatakan harga telur di tingkat pedagang saat ini berkisar Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per rak berisi 30 butir, meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada pada kisaran Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per rak.

“Namun meski harga naik, stok telur di Nabire masih tergolong melimpah karena pasokan dari luar daerah terus masuk,” ujarnya.

Ia mengatakan data Dinas Ketahanan Pangan menunjukkan pada Mei 2026 sebanyak 30,9 ton telur didatangkan dari Surabaya dan Makassar, sedangkan hingga pertengahan Juni 2026 pasokan yang masuk telah mencapai 14,2 ton.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Nabire, kebutuhan konsumsi telur rumah tangga di daerah tersebut mencapai sekitar 1.062.000 butir atau setara 60 ton per bulan.

Ia mengatakan, meski stok berlimpah, harga telur lokal justru mengalami kenaikan akibat meningkatnya biaya produksi yang disebabkan kenaikan harga pakan ternak. Hal itu menyebabkan telur lokal semakin sulit terserap pasar

Guna mengatasi hal itu, pihaknya tengah mempertimbangkan sejumlah opsi kebijakan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan peternak lokal dan kebutuhan masyarakat.

Salah satu opsi yang dikaji yakni mengurangi bahkan menghentikan sementara pasokan telur dari luar daerah apabila produksi lokal dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan pemberian subsidi pakan ternak guna membantu menekan biaya produksi peternak lokal.

"Namun kami perlu memastikan terlebih dahulu apakah produksi telur lokal sudah mencukupi kebutuhan masyarakat. Jika produksi melebihi kebutuhan maka regulasi terkait pasokan dari luar bisa dipertimbangkan," katanya.

Ia menegaskan seluruh kebijakan tersebut masih memerlukan kajian teknis lebih lanjut, termasuk pendataan jumlah peternak ayam petelur serta kapasitas produksi telur di Kabupaten Nabire.

Untuk itu pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Nabire melakukan pemantauan langsung di pasar dan peternak ayam petelur.

"Tujuan pemantauan ini untuk memastikan beberapa komoditas pangan di pasaran tetap tersedia dan dalam kondisi stabil, termasuk komoditas telur yang saat ini mengalami kenaikan harga," katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Balai Karantina Papua Tengah di Nabire Trikurniawan Floriando menyatakan pihaknya siap mendukung kebijakan pemerintah daerah terkait pengaturan pasokan telur dari luar daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kepala Bapanas: Penyerapan ...

Harga Cabai Rawit Rp65.000/Kg, Telur Ayam Rp25.000/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp65.000/...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.