Singapura akan Mendorong Adopsi AI Lebih Luas dan Aliran Data Lintas Batas di ASEAN

Rabu, 17 Jun 2026, 19:00 WIB

JAKARTA – Singapura akan menjadikan percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) di kalangan pelaku usaha Asia Tenggara sebagai salah satu prioritas utama saat memegang keketuaan ASEAN pada 2027. Langkah ini dilakukan di tengah persaingan negara-negara kawasan dalam memanfaatkan AI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Berbicara dalam Asia Economic Summit di Jakarta, Rabu (17/6), Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo, mengatakan negaranya akan melanjutkan upaya Filipina sebagai ketua ASEAN saat ini untuk memperluas pemanfaatan AI, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ket. Foto: Ilustrasi - Teknologi otomatisasi. — Sumber: Antara

“Tahun depan, Singapura akan memegang jabatan ketua ASEAN. Kami akan menyatukan lebih banyak UKM, pekerja, dan pemerintah untuk menggunakan AI dengan lebih baik,” ujar Teo.

Ia menilai ASEAN memiliki modal kuat untuk mempercepat transformasi digital berkat infrastruktur yang terus berkembang, populasi yang semakin terhubung secara digital, serta meningkatnya investasi pemerintah dan dunia usaha dalam pengembangan keterampilan AI.

Menurut Teo, Singapura juga akan meningkatkan investasi pada berbagai sumber daya digital bersama di kawasan, termasuk model bahasa, panduan tata kelola AI, serta program peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Namun, Teo mengingatkan negara-negara ASEAN agar tidak terjebak pada pemahaman sempit mengenai “kedaulatan AI”. Menurutnya, tidak realistis bagi sebagian besar negara untuk menguasai seluruh rantai ekosistem AI, mulai dari chip, model, data, hingga aplikasi.

Sebaliknya, negara perlu memastikan memiliki kemampuan mengatur AI secara efektif, menentukan mitra teknologi secara mandiri, serta membangun ekosistem AI domestik yang kuat.

Salah satu contoh yang disorot Teo adalah SEA-LION (Southeast Asian Languages in One Network), model bahasa besar sumber terbuka yang dikembangkan di Singapura menggunakan berbagai bahasa Asia Tenggara. Model tersebut telah diunduh lebih dari 200.000 kali dan dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan di kawasan untuk mengembangkan aplikasi AI.

Data Jadi Kunci

Teo menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama pengembangan AI. Karena itu, kebijakan yang mendukung pemanfaatan data secara bertanggung jawab dan aliran data lintas batas yang aman menjadi sangat penting.

“Untuk melatih model AI yang andal, bisnis membutuhkan akses ke data berkualitas dan lingkungan yang memungkinkan data berpindah lintas negara,” katanya.

Meski pembatasan tertentu diperlukan untuk melindungi privasi dan keamanan nasional, aturan yang terlalu ketat dinilai dapat menghambat inovasi dan menyulitkan perusahaan kecil berkembang.

“Secara kolektif, kita harus membantu perusahaan-perusahaan kecil ini untuk berkembang dan berekspansi, baik mereka berada di Jakarta, Bandung, Hanoi, atau Bangkok,” ujar Teo.

Dorong Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN

Dalam kesempatan itu, Teo juga menyoroti pentingnya Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital ASEAN (Digital Economy Framework Agreement/DEFA), yang ditujukan untuk menciptakan aturan bersama dalam perdagangan digital dan memperkuat aliran data lintas batas yang tepercaya.

Perjanjian tersebut ditargetkan ditandatangani pada November 2026 setelah proses negosiasi dan peninjauan hukum selesai.

Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia, Meutya Hafid, yang turut hadir dalam diskusi panel, menilai kerangka bersama akan memudahkan perusahaan teknologi beroperasi di seluruh ASEAN sekaligus meningkatkan daya tarik investasi kawasan.

“Kita dekat satu sama lain, tetapi kita berbeda satu sama lain. Kita memiliki budaya yang memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda, peluang dan tantangan yang berbeda pula. Jadi dengan adanya kerangka kerja, saya pikir akan lebih mudah untuk mengundang investasi,” kata Meutya.

Teo menambahkan bahwa keberhasilan integrasi digital ASEAN akan bergantung pada kemampuan negara-negara anggota menciptakan interoperabilitas sistem dan regulasi, meskipun memiliki aturan nasional yang berbeda.

“Kekuatan ASEAN tidak pernah terletak pada kesamaan. Kekuatan ASEAN selalu tentang bekerja sama, meskipun berbeda,” ujarnya.

Ekonomi digital Asia Tenggara sendiri diperkirakan melampaui 300 miliar dolar AS pada 2025, didorong oleh pertumbuhan e-commerce, layanan digital, dan semakin luasnya adopsi teknologi AI di berbagai sektor ekonomi.

  • Kecerdasan Buatan

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.