Liga Champions: Barcelona Tumbang di Camp Nou, Atletico Madrid Pegang Kendali Menuju Semifinal

Kamis, 09 Apr 2026, 09:30 WIB

BARCELONA, SPANYOL — Atletico Madrid mengambil kendali penuh atas laga perempat final Liga Champions setelah menundukkan Barcelona dengan skor meyakinkan 2-0 pada leg pertama di Camp Nou, Kamis (9/4) dini hari WIB.

Gol dari Julian Alvarez dan Alexander Sorloth memastikan kemenangan penting tim tamu dalam laga panas yang diwarnai kartu merah untuk tuan rumah.

Ket. Foto: Pemain Barcelona dan Atletico Madrid berebut bola dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions, Kamis (9/4) dini hari WIB. — Sumber: AFP

Barcelona sebenarnya tampil dominan sejak awal dalam duel sesama wakil Spanyol tersebut. Namun, momentum berubah drastis ketika bek muda Pau Cubarsi diusir keluar lapangan usai melanggar Giuliano Simeone yang sudah lolos dan berpeluang mencetak gol.

Dari situasi tendangan bebas, Alvarez menunjukkan kualitasnya dengan sepakan melengkung yang bersarang di sudut atas gawang. Atletico kemudian menggandakan keunggulan lewat Sorloth pada 20 menit terakhir, membuka jalan lebar menuju semifinal.

Pelatih Diego Simeone, yang belum pernah mempersembahkan gelar Liga Champions bagi Atletico meski sempat mencapai final pada 2014 dan 2016 (keduanya kalah dari Real Madrid), tetap merendah.

"Kami masih punya banyak hal untuk diperbaiki... kemenangan ini penting, tapi perjalanan masih panjang,” ujar Antoine Griezmann kepada Movistar. “Kami masih jauh dari semifinal, masih ada 90 menit atau lebih... kami percaya diri, tapi tetap membumi.”

Di sisi lain, Barcelona yang mencapai semifinal musim lalu kini menghadapi tugas berat. Mereka harus membalikkan keadaan saat leg kedua di Madrid jika ingin menjaga asa meraih trofi yang terakhir kali dimenangkan pada 2015.

“Ini akan sulit, tapi jika ada tim yang bisa melakukannya, itu kami,” kata bek Ronald Araujo.

Pelatih Barcelona Hansi Flick melontarkan kritik terhadap penggunaan VAR. Ia menilai wasit terlalu fokus pada insiden kartu merah Cubarsi, namun mengabaikan potensi handball oleh Marc Pubill di babak kedua.

“VAR hari ini sangat fokus untuk Atletico… dia orang Jerman, jadi terima kasih Jerman,” sindir Flick. “Menurut saya itu kartu merah jelas, dan keputusan itu mengubah segalanya.”

Sebaliknya, Simeone menyebut keputusan tersebut sebagai “hal yang masuk akal.”

Pertandingan ini merupakan pertemuan kedua dari tiga duel dalam dua pekan terakhir, setelah Atletico sebelumnya menyingkirkan Barcelona di semifinal Copa del Rey pada Maret lalu.

Barcelona memulai laga dengan agresif, dengan Marcus Rashford yang dipinjam dari Manchester United, menjadi ancaman utama di sisi kiri. Namun, sejumlah peluangnya berhasil digagalkan kiper Juan Musso.

Di sisi lain, Alvarez juga menguji Joan Garcia. Rashford sempat mencetak gol, tetapi dianulir karena offside dalam prosesnya.

Bintang muda Lamine Yamal menunjukkan kilasan magis meski dikawal ketat, namun upayanya digagalkan lini belakang Atletico yang solid.

Titik balik terjadi saat Cubarsi melakukan pelanggaran krusial. Awalnya hanya diganjar kartu kuning oleh wasit Istvan Kovacs, tetapi setelah tinjauan VAR, keputusan ditingkatkan menjadi kartu merah.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Atletico dengan efektif. Meski Barcelona tetap berjuang dan menciptakan peluang, Atletico justru menambah gol lewat skema serangan balik. Kombinasi Griezmann dan Matteo Ruggieri diakhiri dengan umpan silang yang diselesaikan Sorloth dengan kuat.

Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Barcelona di kandang sejak Camp Nou kembali dibuka pada November 2025. Bagi Simeone, ini juga kemenangan perdananya di stadion tersebut dalam 14 tahun kariernya bersama Atletico.

Lebih dari itu, hasil ini menjadi kemenangan pertama Atletico di Camp Nou sejak 2006, sekaligus langkah penting menuju trofi yang paling mereka dambakan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.