Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Nasional Rapuh Jika Daerah Ditinggalkan

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 15:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi Nasional Rapuh Jika Daerah Ditinggalkan Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Pengembangan desa wisata.

JAKARTA – Ekonomi daerah memainkan peran penting sebagai penopang pertumbuhan nasional karena menjadi cerminan aktivitas riil di level lokal.

Kekuatan ekonomi daerah bergantung pada diversifikasi basis produksi, kualitas infrastruktur, serta keterhubungan dengan pasar domestik maupun global. Tantangan utamanya meliputi ketimpangan antarwilayah, ketergantungan pada komoditas primer, dan keterbatasan akses pembiayaan.

Dengan strategi pembangunan yang inklusif—seperti hilirisasi sumber daya, penguatan UMKM, serta peningkatan kualitas SDM—ekonomi daerah dapat tumbuh lebih berkelanjutan, menciptakan pemerataan, dan memperkuat daya tahan nasional terhadap gejolak eksternal.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya penguatan ekonomi daerah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke-5 di dunia.

“Kita hanya bisa menjadi negara maju, satu dari lima negara ekonomi terbesar di dunia, apabila kita keluar dari jebakan kelas menengah, middle income trap,” kata Bima dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/9).

Hal itu disampaikan Bima pada program Economic Leadership for Regional Government Leaders, Angkatan IX Tahun 2025 antara Bank Indonesia Institute dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Bank Indonesia, Jakarta.

Beberapa lembaga internasional memproyeksikan Indonesia akan menempati peringkat tersebut pada tahun 2030.

Proyeksi tersebut salah satunya dikeluarkan oleh International Monetary Fund (IMF). Estimasi itu didasarkan pada Gross Domestic Product (GDP) Indonesia menurut skema Purchasing Power Parity (PPP), yakni sebesar 5.486 miliar dolar AS pada 2030.

Lebih lanjut, pada tahun 2040, GDP Indonesia berdasarkan PPP diproyeksikan mencapai 12.210 miliar dolar AS dan menempatkan Indonesia di peringkat ke-4 dunia.

Sedangkan berdasarkan data Goldman Sachs tahun 2021, total GDP riil dunia diproyeksikan mencapai 227,9 triliun dolar AS pada 2050. Pada saat itu, Indonesia diperkirakan menempati posisi ke-4 dunia dengan PDB riil sebesar 6,3 triliun dolar AS.

Ia menyebutkan, untuk merealisasikan proyeksi menuju negara maju tersebut terdapat sejumlah faktor yang harus diperhatikan. Hal ini salah satunya keluar dari jebakan middle income trap dengan menjaga pertumbuhan ekonomi secara konsisten selama 10 tahun berturut-turut.

Selain itu, pengelolaan investasi dan koperasi perlu ditingkatkan sebagai alat pemerataan dan motor swasembada, mendorong produksi nasional melalui potensi pangan, industri, dan hilirisasi.

Faktor lainnya yaitu menghentikan kebocoran anggaran melalui pemberantasan korupsi dan efisiensi belanja negara maupun daerah.

“Nah Bapak-Ibu sekalian, tugas Kemendagri hari ini adalah memastikan bahwa terjadi tiga hal [yaitu] sinergi, sinkronisasi, dan akselerasi. Ini yang selama ini kita selalu evaluasi,” kata Bima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.