Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebiasaan Bernapas Lewat Mulut saat Tidur Bisa Picu Masalah Kesehatan, Ini Faktanya

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 14:03 WIB | Oleh:
Kebiasaan Bernapas Lewat Mulut saat Tidur Bisa Picu Masalah Kesehatan, Ini Faktanya Doc: Pixabay
Ket. Kebiasaan bernapas melalui mulut saat tidur dapat mempengaruhi kesehatan.

JAKARTA - Kebiasaan bernapas melalui mulut saat tidur atau berolahraga dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kesehatan, karena membuat udara masuk tanpa melalui proses penyaringan dan pengaturan di hidung.

Hidung menjalankan fungsi seperti pengatur dan filter udara, yakni menghangatkan dan menambah kelembapan udara, memerangkap debu dan mikroba dari udara, serta mencegah partikel asing masuk ke saluran pernafasan.

Sebagaimana dikutip dalam siaran Times of India pada Kamis (16/4), Asisten Profesor di SDM Institute of Ayurveda and Hospital Dr. Samhita Ullod menyampaikan bahwa semua langkah perlindungan itu dilewati ketika pernapasan beralih ke mulut.

Tanpa pengaturan dan penyaringan di hidung, udara yang masuk ke paru-paru menjadi lebih dingin, lebih kering, dan kurang bersih.

Kondisi yang demikian seiring waktu dapat memicu iritasi saluran udara dan membebani sistem pernapasan.

Tanda awal kebiasaan bernapas melalui mulut bisa berupa bibir yang kering pada pagi hari atau sering terbangun pada malam hari karena haus.

Dr. Ullod menyampaikan bahwa bernapas melalui mulut mengurangi efisiensi pertukaran oksigen, membuat tubuh bekerja lebih keras tetapi mendapatkan manfaat yang lebih sedikit.

Menurut dia, hal tersebut dapat menyebabkan kelelahan, penurunan konsentrasi, dan secara bertahap bisa mengakibatkan gangguan pernapasan.

Pola pernafasan yang buruk juga berkaitan dengan masalah tidur, dapat memperburuk gangguan tidur dan memengaruhi tingkat energi pada siang hari.

"Ini terkait dengan tidur yang terfragmentasi dan jika terus berlanjut dapat memperburuk kondisi apnea tidur," kata Dr. Ullod.

Pada anak-anak, bernapas melalui mulut dalam jangka panjang dapat memengaruhi susunan rahang dan struktur gigi serta meningkatkan risiko terhadap masalah gusi dan infeksi tenggorokan.

Dr. Ullod menyampaikan bahwa upaya untuk mengatasi kebiasaan bernafas melalui mulut dapat dimulai dengan membersihkan hidung agar tidak tersumbat.

Menurut dia, latihan pernapasan juga dapat membantu melatih kembali tubuh untuk bernapas melalui hidung.

Selain itu, tetap aktif secara fisik dapat membantu meningkatkan kekuatan paru-paru dan efisiensi pernapasan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Misi NASA ke Mars Kandas, R...

Timnas Indonesia Taklukkan Oman

2 jam lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Timnas Indonesia Taklukkan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.