Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengenal 'Triple Crown', Gelar yang Susah Diraih di Pacuan Kuda

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 18:24 WIB | Oleh:
Mengenal 'Triple Crown', Gelar yang Susah Diraih di Pacuan Kuda Doc: ANTARA/HO-SARGA
Ket. Kuda Naura Ayu saat bersaing di IHR-Indonesia Derby seri 2 yang berlangsung pada 2 Mei 2025.

JAKARTATriple crown dalam istilah pacuan kuda merupakan tiga balapan besar dalam satu musim, yang harus dimenangkan oleh seekor kuda pacu berusia tiga tahun.

Dengan rentang usia tersebut, kuda hanya mempunyai satu peluang seumur hidup untuk bisa memperoleh gelar triple crown.

Tantangan yang harus dihadapi untuk meraih triple crown di Indonesia adalah harus menaklukkan arena pacu yang mempunyai jarak lintasan panjang serta persaingan kompetitif.

"Dari situ kita lihat, begitu sulit meraih triple crown Indonesia. Realistis saja karena kuda-kuda di sini belum kuat," ujar Ketua Komisi Pacu PP Pordasi Munawir dalam keterangan resmi Kamis (10/7).

Munawir menjelaskan bahwa triple crown menuntut daya tahan luar biasa dari kuda agar bisa tampil konsisten.

Selain itu juga diperlukan berbagai faktor yakni strategi cermat dan kesiapan menghadapi tantangan cuaca, cedera, bahkan fluktuasi psikologis seekor kuda.

Munawir mengatakan bahwa triple crown Indonesia dirancang menyesuaikan karakter dan daya tahan kuda lokal. Derbi tidak dibuat 2.400 meter seperti luar negeri agar tidak membebani atau mencederai kuda.

Sepanjang sejarah pacuan kuda Indonesia hanya tercatat dua kuda pacu yang meraih gelar triple crown yakni kuda Manik Trisula pada 2002 dan kuda Djohar Manik pada 2014. Dan sejak itu, satu dekade lebih, mahkota itu hanya indah dikenang, namun sulit diulang.

Dalam kurun waktu dua dekade ke belakang, hanya tujuh kuda yang nyaris mendapatkan gelar triple crown namun gagal untuk tampil konsisten di tiga seri berturut-turut.

Ada empat kuda yang gagal di seri terakhir seperti King Master (2006), King Runny Star (2015), Nara Asmara (2016), dan Queen Thalassa (2019).

Lalu terdapat kuda yang menang di dua seri terakhir tapi gagal di seri perdana seperti Pesona Nagari (2008) dan Bintang Maja (2023). Sementara Lady Aria (2018) memenangkan leg pertama dan Derby, tapi hanya mampu finis kedua di leg kedua.

Di tahun ini, kuda King Argentine diambang meraih gelar triple crown setelah menyapu bersih dua kemenangan pada ajang IHR–Triple Crown Serie 1 dan IHR–Triple Crown Serie 2.

Jika King Argentine mampu menjadi yang tercepat pada IHR-Indonesia Derby pada 27 Juli, maka ini akan menjadi sejarah dengan menjadi kuda ketiga peraih gelar triple crown. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.