Hasil Lengkap Piala Dunia: Brasil Ditahan Imbang Maroko di Laga Pembuka, Australia Ciptakan Kejutan Atasi Turki

Minggu, 14 Jun 2026, 14:16 WIB

LOS ANGELES, AMERIKA SERIKAT — Brasil harus puas berbagi angka dengan Maroko setelah bermain imbang 1-1 pada laga pembuka mereka di Piala Dunia, Minggu (14/6). Di pertandingan lain yang berlangsung pada hari yang sama, Australia menciptakan kejutan besar dengan menundukkan Turki 2-0.

Pada putaran pertama yang menghadirkan empat pertandingan di turnamen dengan format baru berisi 48 negara tersebut, tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar, juga mencatat sejarah dengan meraih poin pertama mereka sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia setelah bermain imbang 1-1 melawan Swiss.

Ket. Foto: Ilustrasi selebrasi pemain timnas Brasil. — Sumber: AFP

Sementara itu, Skotlandia mengakhiri penantian selama 28 tahun dengan kemenangan tipis 1-0 atas Haiti dalam laga yang berlangsung di Foxborough, dekat Boston.

Pertemuan Brasil melawan Maroko, semifinalis Piala Dunia 2022, di Stadion MetLife yang berada di kawasan New York menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan pada fase awal turnamen.

Namun, Brasil yang mengincar gelar juara dunia keenam mereka justru harus bekerja keras. Maroko lebih dulu membuka keunggulan melalui Ismael Saibari pada menit ke-21 setelah memanfaatkan peluang dengan penyelesaian cerdik.

Brasil kemudian terhindar dari kekalahan berkat aksi gemilang Vinicius Junior. Penyerang sayap itu memotong dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan keras yang menghujam gawang Maroko pada menit ke-32.

Hasil imbang tersebut menjadi tanda bahwa tim asuhan Carlo Ancelotti masih memiliki banyak pekerjaan jika ingin mengakhiri penantian panjang Brasil yang terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada 2002.

"Ini pertandingan yang sulit, terutama di awal. Saya pikir tim sedikit gugup dan rasa tegang terlihat jelas," ujar Ancelotti.

"Kami tidak bermain dengan baik, tetapi kami tidak boleh kehilangan keyakinan. Ini baru pertandingan pertama di Piala Dunia dan kami tidak bisa berpikir bahwa tim akan langsung sempurna sejak awal," tambahnya.

Di Grup C, Skotlandia akhirnya kembali tampil di Piala Dunia setelah absen sejak 1998. Mereka harus melewati pertandingan penuh tekanan sebelum mengalahkan Haiti yang juga baru kembali ke turnamen dunia setelah terakhir tampil pada 1974.

Ribuan pendukung Skotlandia yang dikenal dengan sebutan "Tartan Army" memenuhi Stadion Gillette untuk memberikan dukungan kepada tim asuhan Steve Clarke.

Setelah lagu kebangsaan "Flower of Scotland" menggema di stadion, Skotlandia tampil agresif dan mencetak satu-satunya gol pertandingan pada menit ke-28.

Gelandang John McGinn melepaskan tembakan yang berubah arah setelah mengenai pemain lawan dan gagal dihentikan kiper Haiti, Johny Placide.

"Kami tahu semua orang mengatakan ini pertandingan yang wajib dimenangkan, dan kami berhasil melakukannya," kata Clarke. Skotlandia selanjutnya akan menghadapi Maroko pada laga kedua.

Kejutan terbesar terjadi di Grup D ketika Australia secara mengejutkan mengalahkan Turki 2-0 di Vancouver.

Kemenangan tersebut menjadi pembuktian bagi pelatih Australia, Tony Popovic, yang membuat keputusan besar dengan mencadangkan kapten sekaligus kiper berpengalaman Maty Ryan dan memberi kepercayaan kepada penjaga gawang muda Patrick Beach.

Beach membayar kepercayaan tersebut dengan penampilan luar biasa. Ia melakukan serangkaian penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Turki yang mendominasi penguasaan bola hingga 72 persen dan terus menekan pertahanan Australia.

Namun, Australia tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Nestory Irankunda dan Connor Metcalfe menjadi pencetak gol kemenangan.

Keputusan Popovic lainnya juga terbukti tepat ketika Paul Okon-Engstler dipercaya tampil menggantikan wakil kapten Jackson Irvine. Ia memberikan assist untuk gol pembuka Irankunda pada menit ke-27.

Metcalfe kemudian memastikan kemenangan Australia lewat aksi individu pada menit ke-75.

"Saya bangga bisa berada di sini sebagai pelatih kepala dan merasakan momen ini. Saya sangat bahagia untuk kelompok pemain muda yang luar biasa ini," kata Popovic.

Ia juga memuji kiper muda Beach. "Kami selalu melihat potensinya dan saya punya keyakinan besar kepadanya. Hari ini dia membuktikan kemampuannya," ujarnya.

Dalam pertandingan Grup B, Swiss lebih dulu unggul atas Qatar melalui penalti Breel Embolo pada babak pertama.

Namun, Qatar berhasil menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu setelah Miro Muheim mencetak gol bunuh diri.

Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya. "Saya sangat bangga dengan tim ini. Bahkan jika kami tidak mencetak gol dan tidak mendapatkan hasil imbang, saya tetap bangga dengan mentalitas serta disiplin yang mereka tunjukkan," kata Lopetegui. "Untungnya kami berhasil mencetak gol, dan itu menjadi bagian dari sejarah," lanjutnya.

  • Turki
  • Qatar
  • Timnas Brasil
  • Piala Dunia 2026
  • Australia

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.