Listrik Sering Mati, Produksi Terganggu! HKI Dorong PLN Perkuat Sistem di Kawasan Industri
Jumat, 12 Jun 2026, 14:42 WIB*Naskah rapi:*
JAKARTAâ Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia mendesak pemerintah melalui Kementerian ESDM bersama PT PLN memperkuat keandalan sistem ketenagalistrikan nasional. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kelangsungan aktivitas industri dan iklim investasi menyusul pemadaman listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa.[Persero]
Ketua Umum HKI Indonesia, Akhmad Maâruf Maulana, mengatakan pasokan listrik yang andal merupakan kebutuhan dasar kawasan industri. Gangguan listrik, meski hanya beberapa waktu, dapat mengganggu proses produksi, distribusi barang, hingga jadwal pengiriman ke pelanggan.
âKami menerima berbagai laporan terkait pemadaman listrik di sejumlah wilayah Jawa. Kami memahami bahwa dalam sistem kelistrikan yang sangat besar, gangguan teknis dapat terjadi. Yang terpenting adalah memastikan proses evaluasi berjalan menyeluruh, langkah perbaikan dilakukan secepat mungkin, dan mitigasi ke depan semakin kuat,â ujar Maâruf Maulana di Jakarta, Jumat (12/6).
Menurutnya, industri nasional saat ini sedang bergerak mendukung agenda hilirisasi, peningkatan ekspor, pembangunan pusat data, dan masuknya investasi baru ke daerah. Semua agenda itu membutuhkan infrastruktur energi yang stabil dan dapat diandalkan.
âKeandalan listrik menjadi salah satu pertimbangan utama investor ketika menentukan lokasi investasi. Kepastian pasokan energi memberikan rasa aman bagi dunia usaha dalam merencanakan ekspansi maupun pengembangan usaha jangka panjang,â katanya.
Sebagai bentuk perhatian, HKI telah mengirim surat kepada Menteri ESDM dengan tembusan kepada Dirut PLN dan para gubernur di seluruh Indonesia. Dalam surat tersebut, HKI mengusulkan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab gangguan sistem kelistrikan, mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga kecukupan cadangan daya.
HKI juga mendorong penguatan infrastruktur ketenagalistrikan pada kawasan industri strategis agar memiliki tingkat keandalan lebih tinggi. Selain itu, kawasan industri perlu mendapat prioritas penanganan saat terjadi gangguan sistem karena menjadi pusat produksi, ekspor, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.
âKami berharap ada mekanisme koordinasi yang lebih cepat antara PLN dan pengelola kawasan industri ketika terjadi gangguan. Informasi yang akurat dan kepastian waktu pemulihan sangat membantu pelaku usaha mengatur operasional mereka,â ujar Maâruf.
HKI juga mendorong percepatan pengembangan sistem cadangan, peningkatan kapasitas jaringan, pembangunan gardu induk di kawasan industri yang berkembang pesat, serta pemanfaatan teknologi pemantauan sistem yang lebih modern.
Dalam jangka panjang, HKI menilai perlu ada ruang lebih luas bagi pengembangan pembangkit mandiri [captive power], energi baru terbarukan, dan Wilayah Usaha Ketenagalistrikan di kawasan industri tertentu untuk memperkuat ketahanan energi nasional.[Wilus]
âPertumbuhan industri Indonesia akan terus meningkatkan kebutuhan energi. Karena itu, sistem kelistrikan nasional perlu terus diperkuat agar mampu mengimbangi kebutuhan dunia usaha dan menjaga daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi,â kata Maâruf.
HKI berharap pemerintah, PLN, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat bersama mempercepat penguatan sistem ketenagalistrikan nasional agar aktivitas masyarakat dan dunia usaha berjalan lancar serta mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia.
- keandalan listrik
- Himpunan Kawasan Industri Indonesia
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
HKI: Pembentukan Satgas De-Bottlenecking oleh Presiden Dorong Optimalisasi Kawasan Industri di Tengah Dinamika Global
-
Dukung Penerangan Wilayah Timur, PLN NP Perkuat Keandalan Listrik Halmahera
-
"Toy Story 5" Woody Koboi Tampil Beda dengan Kepala Botak
-
Sinner dan Alcaraz Lolos Dramatis ke Perempat Final Monte Carlo Masters
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Butuh Kemenangan Atas Bhayangkara Untuk Pastikan Juara Putaran Kedua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.