OJK Perkuat Digitalisasi Keuangan demi Tingkatkan Persaingan UMKM di Indonesia Timur

Rabu, 29 Jul 2026, 19:16 WIB

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong digitalisasi keuangan untuk memperkuat daya saing UMKM di Indonesia Timur. Langkah tersebut diharapkan memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi keuangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, Adi Budiarso, mengatakan inovasi keuangan digital membuka peluang pembiayaan lebih inklusif bagi UMKM. Salah satunya melalui pengembangan tokenisasi Real World Assets (RWA) untuk mendukung rantai pasok komoditas unggulan daerah.

Ket. Foto: — Sumber: ojk.go.id

Menurut Adi, inovasi tersebut telah memasuki tahap implementasi pasar melalui berbagai model bisnis baru. OJK sebelumnya meluluskan sejumlah penyelenggara inovasi melalui mekanisme Regulatory Sandbox.

"Pendalaman pasar keuangan digital tidak boleh dipahami sebagai proyek teknologi semata, tetapi harus menjadi bagian pembangunan ekonomi regional dan nasional. Targetnya bukan sekadar seberapa banyak inovasi yang dihasilkan, melainkan seberapa besar manfaatnya dalam memperluas akses pembiayaan serta mendorong kesejahteraan masyarakat," ujar Adi dalam keterangannya di Makassar, Selasa (28/7).

Adi menegaskan OJK tidak bermaksud menduplikasi program pemerintah dalam pengembangan ekonomi daerah. Lembaganya ingin membangun ekosistem keuangan yang mendukung hilirisasi, ekonomi kreatif, dan pembangunan daerah.

"Kami tidak ingin menduplikasi program pemerintah. OJK ingin membangun ekosistem sektor keuangan yang mendukung agenda pembangunan daerah, termasuk penguatan ekonomi kreatif, hilirisasi, dan pengembangan ekonomi daerah," ujar dia.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengapresiasi inisiatif OJK memperkuat pengembangan UMKM melalui digitalisasi keuangan. Ia menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan Indonesia Timur.

"Forum ini bukan sekadar diskusi, tetapi momentum untuk menyatukan visi. Memperkuat sinergi serta membangun langkah nyata agar digitalisasi keuangan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur," kata Fatmawati.

Fatmawati juga menekankan pentingnya pendampingan dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM. Menurutnya, transformasi digital akan membantu UMKM naik kelas dan memperluas akses pasar.

Sementara itu, kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Mochamad Muchlasin, menyebut ekonomi Sulawesi Selatan tumbuh 6,88 persen. Pertumbuhan tersebut melampaui capaian ekonomi nasional pada triwulan pertama 2026.

"Langkah selanjutnya yang akan didorong dalam pengembangan ekonomi daerah antara lain hilirisasi dan peningkatan inklusi keuangan. Begitu juga koordinasi lembaga jasa keuangan, penyediaan dan pendampingan usaha, serta penguatan kapasitas pelaku usaha," kata Muchlasin. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.