Petasol Jadi Solusi Baru Pengelolaan Sampah Plastik di Bantul
Rabu, 10 Jun 2026, 18:15 WIBBANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul mulai mengembangkan pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif melalui teknologi pirolisis fastpol. Inovasi tersebut diharapkan mampu mengurangi beban sampah residu sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi berupa petasol, bahan bakar cair yang dapat digunakan sebagai pengganti solar.
Penerapan teknologi tersebut ditandai dengan peluncuran mesin pirolisis dan peninjauan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Pendopo Puroloyo Yogyakarta, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Selasa (9/6). Mesin tersebut akan digunakan untuk mengolah sampah plastik menjadi petasol.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan persoalan sampah plastik masih menjadi tantangan besar dalam pengelolaan lingkungan di daerahnya. Berdasarkan hasil kajian Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, sekitar 31 persen timbunan sampah di wilayah tersebut merupakan sampah plastik.
Menurut Halim, besarnya persentase sampah plastik itu sekaligus menunjukkan potensi bahan baku yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan petasol melalui teknologi pirolisis.
âDengan adanya teknologi ini, kita berharap sampah plastik tidak perlu lagi dikirim ke TPST, tetapi bisa diolah menjadi bahan bakar petasol sebagai pengganti solar dengan kualitas yang lebih baik,â harap Halim.
Ia menilai pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan volume sampah yang selama ini berakhir di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Selain mengurangi pencemaran lingkungan, langkah tersebut juga membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif.
Program pengembangan mesin pirolisis ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bantul, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pertamina Foundation, perguruan tinggi, komunitas, serta masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, Bantul diharapkan dapat menjadi contoh penerapan inovasi pengelolaan sampah yang tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat dan kemandirian energi. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari langkah mewujudkan daerah yang lebih bersih, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Perlu Antisipasi Dini Risiko Stagflasi Global
-
Serat Palilah Diserahkan, Warga Pedak Baru Bantul Dapat Kepastian Tinggal
-
IPN Gandeng Unhas dan Perusahaan Tiongkok, Targetkan Produksi Padi 12 Ton per Hektare
-
Negosiasi AS-Iran Buntu, Ketegangan Nuklir dan Selat Hormuz Masih Membayangi
-
Bantul Perkuat Koperasi Merah Putih Lewat Kebijakan dan Sistem Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.