Giant Sea Wall Jadi Taruhan Besar Prabowo, Puluhan Juta Warga Pantura Dipertaruhkan

Jumat, 14 Agu 2026, 21:40 WIB

JAKARTA – Pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara Jawa merupakan langkah strategis untuk menghadapi ancaman banjir rob, abrasi, kenaikan muka air laut, dan penurunan muka tanah yang semakin menekan kawasan pesisir.

Pemerintah kini mendorong pendekatan perlindungan pesisir secara terpadu, bukan sekadar membangun tanggul, tetapi juga mengintegrasikannya dengan pengendalian banjir, tata ruang, dan pengembangan ekonomi pesisir.

Ket. Foto: Foto udara kondisi banjir rob di Slamaran, Pekalongan, Jawa Tengah. — Sumber: ANTARA FOTO/ Harviyan Perdana Putra.

Namun, proyek berskala besar ini harus dibarengi pengendalian eksploitasi air tanah, pemulihan lingkungan, serta tata kelola lintas daerah.

Tanpa mengatasi akar persoalan penurunan muka tanah, tanggul hanya akan menjadi solusi jangka pendek yang membutuhkan biaya pemeliharaan besar.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan dirinya bertekad untuk memulai pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara Pulau Jawa pada masa pemerintahannya, mengingat proyek ini membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan dengan proyeksi hingga 20 tahun.

Prabowo mengatakan bahwa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menghasilkan terobosan teknologi yang akan digunakan untuk proyek pembangunan tanggul besar ini.

“Proyek Giant Sea Wall ini akan butuh 15 hingga 20 tahun untuk kita selesaikan pembangunannya. Ini waktu yang lama. Saya tidak tahu Presiden keberapa yang akan meresmikan. Tapi saya bertekad Presiden Kedelapan akan mulai proyek ini,” kata Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Jumat (14/8).

Prabowo menambahkan pembangunan Giant Sea Wall direncanakan dibagi menjadi 15 segmen dari Provinsi Banten hingga Gresik, Jawa Timur.

Apabila pembangunannya dilaksanakan secara serentak, ia meyakini penyelesaian seluruh proyek ini dapat berkurang dari 20 tahun.

“Apapun kita harus berani mulai Ini menyangkut hajat hidup puluhan juta rakyat kita yang hidup di Pantura,” tegas Presiden.

Ia menegaskan pembangunan Giant Sea Wall bertujuan untuk mengamankan Pantai Utara Pulau Jawa.

“Ini mutlak harus kita lakukan, jangan kita tunggu bencana datang,” kata Presiden.

Ia mengatakan bahwa Indonesia juga perlu belajar dari negara lain seperti Belanda yang membangun infrastruktur pelindungan jangka panjang tanpa perlu menunggu bencana.

Giant Sea Wall di Belanda, jelas Prabowo, kini melindungi jutaan penduduk Belanda dan menjadi simbol kemampuan teknologi nasional Belanda.

“Giant Sea Wall kita di pantai utara Jawa harus kita bangun segera dan menjadi sabuk pelindungan bagi jutaan warga pantura Jawa untuk menyelamatkan puluhan ribu hektare yang sudah mulai tenggelam oleh naiknya air laut,” kata Presiden.

Selain itu, tegas Presiden, Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa juga harus menjadi infrastruktur air bersih, jalur pertumbuhan baru, dan proyek rekayasa yang membangun kemampuan anak bangsa.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.