Pemkab Bantul Serahkan Hibah Alat Mesin Pertanian ke Gapoktan

Selasa, 09 Jun 2026, 09:02 WIB

YOGYAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyerahkan bantuan hibah berupa beberapa alat mesin pertanian (alsintan) kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bantul untuk mendorong produktivitas sektor pertanian lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul Joko Waluyo mengatakan bantuan alsintan yang diberikan berupa hand sprayer sebanyak empat buah, rice transplanter atau mesin tanam padi satu buah, power thresher atau mesin panen padi sejumlah sepuluh buah dan enam sarana pasca panen tembakau.

Ket. Foto: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat memberikan alat bantuan pertanian kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bantul di Kompleks Kantor Pemkab Bantul, Senin (8/6/2026). — Sumber: Pemkab Bantul

"Setiap kelompok penerima wajib menjaga dan merawat alat yang telah dihibahkan," kata Joko, di Yogyakarta, Senin.

Pemkab Bantul memberikan syarat kepada para penerima hibah agar memelihara alat yang diterima, salah satunya melarang untuk menjual atau memperuntukkan untuk pihak ketiga.

Alat pertanian tersebut, lanjut Joko, bisa dioperasikan di luar kelompok namun dengan syarat yang bertanggung jawab dan yang menjalankan dari Gapoktan itu sendiri.

"Para ketua Gapoktan sudah tanda tangan perjanjian di atas materai," katanya.

Menurutnya, Gapoktan diwajibkan untuk menyampaikan laporan penggunaan alat secara berkala setiap bulan, termasuk kondisi alat dan perolehan manfaatnya sebagai bentuk pertanggungjawaban perawatan alat.

"Setiap bulan juga harus ada pelaporan penggunaan alat itu, seandainya ada alat yang rusak menjadi tanggung jawab kelompok," kata dia.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan bantuan tersebut tidak dipungut biaya sepeser pun guna meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung kesejahteraan petani sehingga bisa mendorong sektor pertanian agar semakin maju dan berperan besar dalam pembangunan bangsa.

"Bantuan hibah alat mesin pertanian ini untuk mendorong sektor pertanian kembali jaya dan memakmurkan bangsa, karena negara yang tangguh adalah negara yang memiliki ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air," kata Halim.

Menurutnya, tiga komoditas yakni pangan, energi, dan air harus dikuasai, salah satunya untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor dan pada akhirnya menjadi negara pengekspor komoditas pangan.

"Kita ingin ketahanan pangan kita ini semakin kuat, yang asalnya impor, kita menjadi ekspor," tegasnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.