Kevin Warsh Pimpin The Fed

Jumat, 15 Mei 2026, 00:35 WIB

WASHINGTON DC – Senat Amerika Serikat (AS) pada Rabu (13/5) mengukuhkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru untuk memimpin bank sentral AS di tengah tekanan terhadap independensi lembaga tersebut dan inflasi yang mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Senat memberikan suara 54 berbanding 45 untuk menyetujui Warsh.

Ket. Foto: Kevin Warsh Ketua The Fed — Sumber: AFP/Mandel NGAN

Dukungan mayoritas Partai Republik memastikan calon pilihan Presiden AS Donald Trump itu menggantikan Jerome Powell.

Dilansir dari Channel NewsAsia, Warsh sebelumnya dikenal sebagai tokoh “garis keras” dalam kebijakan moneter yang fokus memerangi inflasi.

Namun, belakangan ia dinilai semakin sejalan dengan dorongan Trump agar The Fed menurunkan suku bunga.

Warsh, yang dikonfirmasi untuk masa jabatan empat tahun, berjanji membawa “perubahan rezim” di tubuh The Fed.

Ia juga mengkritik bank sentral AS itu karena dinilai terlalu politis dan terlalu terbuka dalam mengomunikasikan pengambilan kebijakan.

Meski demikian, inflasi AS masih berada di atas target jangka panjang The Fed sebesar dua persen.

Kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah juga dinilai memperumit ruang gerak bank sentral untuk segera memangkas suku bunga.

Situasi tersebut dinilai berpotensi memicu tekanan baru dari Trump yang selama ini kerap mengkritik kebijakan suku bunga The Fed.

“Tantangan terbesar Warsh kemungkinan besar adalah berurusan dengan Presiden Trump,” kata peneliti senior Brookings Institution, David Wessel.

“Presiden tidak menghormati independensi The Fed dan dia menginginkan suku bunga lebih rendah,” ujarnya.

Pada Januari lalu, Powell mengungkapkan bahwa penyelidikan kriminal Departemen Kehakiman terhadap dirinya terkait pembengkakan biaya renovasi gedung The Fed dinilai sebagai upaya memberi tekanan terhadap kebijakan moneter.

Pemerintahan Trump juga sebelumnya berupaya mencopot Gubernur The Fed Lisa Cook dari dewan gubernur.

Meski penyelidikan terhadap Powell telah dihentikan, sejumlah pengamat menilai langkah tersebut menunjukkan meningkatnya tekanan politik terhadap independensi bank sentral AS.

Profesor hukum Columbia University, Kathryn Judge, menyebut langkah itu belum pernah terjadi sebelumnya.

“Para pejabat Fed telah diberi peringatan bahwa presiden ini bersedia menggunakan semua cara yang tersedia untuk menekan mereka agar menuruti tuntutannya,” katanya.

Warsh mengambil alih kepemimpinan The Fed saat ekonomi AS masih menghadapi ketidakpastian besar.

Inflasi tahunan AS pada April tercatat mencapai 3,8 persen atau tertinggi dalam tiga tahun terakhir, salah satunya dipicu lonjakan harga minyak akibat konflik AS-Israel dengan Iran.

Di sisi lain, tingkat pengangguran relatif stabil di kisaran 4,3 persen.

Namun, pertumbuhan lapangan kerja dinilai masih lemah dan belum merata.

Kondisi itu membuat The Fed menghadapi dilema antara menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi atau menurunkannya demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.