Isu Reshuffle Reda, IHSG dan Rupiah Kompak Menguat
📅 Selasa, 09 Jun 2026, 23:35 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak menguat pada perdagangan Selasa (9/6), seiring dengan meredanya spekulasi mengenai reshuffle kabinet, khususnya isu pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pada hari ini, IHSG naik 2,10 persen atau menguat 112 pon ke level 5.454,58. Rupiah menguat ke sekitar 18.100 per dollar AS pada Selasa sore, pulih setelah mencapai titik terendah intraday di 18.234 per dollar AS
Ekonom Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yayasan Keluarga Pahlawan (YKP) Yogyakarta Aditya Hera Nurmoko mengatakan, pasar merespons positif setelah muncul penegasan bahwa rumor pergantian menteri keuangan tersebut tidak benar.
Menurutnya, berkurangnya ketidakpastian politik menjadi salah satu faktor yang membantu memperbaiki sentimen investor. Pasar keuangan pada umumnya tidak menyukai ketidakpastian, terutama yang berkaitan dengan arah kebijakan ekonomi pemerintah.
“Rumor pergantian menteri keuangan sempat memunculkan pertanyaan mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah. Ketika isu itu dibantah, sebagian investor kembali percaya bahwa tidak akan ada perubahan mendadak pada kebijakan ekonomi,” kata Aditya dalam keterangannya, Selasa (9/6).
Ia menjelaskan, investor juga menaruh perhatian pada kesinambungan kebijakan ekonomi. Koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dinilai penting dalam menjaga stabilitas rupiah serta pasar obligasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan tidak adanya pergantian mendadak di posisi strategis tersebut, pasar melihat peluang kebijakan ekonomi dapat berjalan lebih konsisten sehingga meningkatkan kepercayaan investor.
Selain faktor tersebut, penguatan pasar juga dipengaruhi aksi beli setelah tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya. Sehari sebelumnya, IHSG mengalami penurunan cukup tajam dan nilai tukar rupiah juga melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Ketika sentimen negatif mulai mereda, sebagian investor memanfaatkan kondisi harga saham yang telah turun untuk melakukan aksi beli atau buy on weakness. Langkah tersebut kemudian membantu mendorong rebound IHSG dan penguatan rupiah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, Aditya mengingatkan penguatan IHSG dan rupiah tidak dapat dikaitkan hanya dengan meredanya rumor reshuffle kabinet. Menurutnya, pergerakan pasar keuangan dipengaruhi banyak faktor, antara lain arus modal asing, kebijakan suku bunga, kondisi ekonomi global, sentimen terhadap dollar AS, serta ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia.
“Meredanya rumor reshuffle kemungkinan menjadi salah satu katalis positif yang mengurangi kepanikan pasar. Namun, itu bukan satu-satunya faktor yang menentukan penguatan IHSG dan rupiah pada hari ini,” katanya.
Persepsi Investor
Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menekankan, penguatan IHSG tidak lepas dari persepsi investor terhadap prospek ekonomi dan stabilitas kebijakan fiskal nasional.
"Yang utama, jika aliran modal besar masuk ke Indonesia dan devisa negara banyak, maka nilai rupiah tidak terdepresiasi," terang Esther.
Ia menjelaskan, untuk bisa menarik aliran modal masuk, Indonesia harus memenuhi sejumlah syarat mendasar yang menjadi pertimbangan investor global. Pertama, kepastian hukum untuk berbisnis di Indonesia. Kedua, prospek ekonomi pasar yang baik. Ketiga, ketersediaan bahan baku yang memadai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!