Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Biaya Produksi Naik, Petani Diimbau Hemat Pupuk dan Pestisida

2 Selasa, 09 Jun 2026, 14:43 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Biaya Produksi Naik, Petani Diimbau Hemat Pupuk dan Pestisida Biaya Produksi Naik, Petani Diimbau Hemat Pupuk dan Pestisida Doc: istimewa
Ket. Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo) Ayub Darmanto (kanan) dan Dewan Pakar Agroinput sekaligus Dewan Pembina Alishter, Midzon Johannis (kiri) dalam diskusi media bertema Harga Agroinput dan Beban Produksi Meningkat, Bagaimana Solusi Industri, Senin (8/6)

JAKARTA – Tekanan terhadap petani makin berat tahun ini. Kombinasi kenaikan harga sarana produksi pertanian dan potensi gangguan cuaca El Nino membuat biaya usaha tani berpotensi melonjak.

Harga benih, pupuk, dan pestisida kompak merangkak naik. Kondisi ini memaksa petani lebih cermat mengelola usaha tani agar tidak rugi.

Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia (ASBENINDO) Ayub Darmanto menjelaskan, gejolak geopolitik dan pelemahan nilai tukar rupiah menjadi pemicu utama kenaikan biaya. Dampaknya terasa dari industri benih hingga ke petani sebagai pengguna akhir.

Tak hanya itu, kenaikan harga minyak dunia juga mendongkrak biaya komponen lain seperti mulsa plastik, pupuk non-subsidi, hingga kemasan.

"Kita menjual pakai rupiah, tapi belinya pakai dolar. Kalau kurs naik, otomatis biaya ikut naik dan itu langsung terasa di tingkat petani," kata Ayub dalam diskusi media bertema Harga Agroinput dan Beban Produksi Meningkat, Bagaimana Solusi Industri, Senin (8/6).

Efisiensi Jadi Kunci

Di tengah kondisi ini, Ayub menilai efisiensi penggunaan agroinput adalah pilihan yang tak bisa ditawar. Petani perlu lebih rasional dalam menentukan pola tanam dan pemakaian pupuk serta pestisida.

Menurutnya, penggunaan pupuk yang berlebihan belum tentu mendongkrak hasil panen. Jika tidak sesuai kebutuhan, justru yang terjadi adalah pemborosan.

"Pakai pupuk secukupnya. Pestisida juga harus tepat waktu dan tepat dosis. Kalau dipakai terus-menerus tanpa perhitungan, itu jadi pemborosan," ujarnya.

Ayub juga menyarankan petani tidak hanya ikut-ikutan menanam komoditas yang harganya sedang tinggi. Pemilihan komoditas perlu disesuaikan dengan kondisi lahan dan perhitungan biaya.

Ancaman El Nino Tambah Tantangan

Dewan Pakar Agroinput sekaligus Dewan Pembina Alishter, Midzon Johannis, menambahkan tantangan sektor pertanian kini bersifat multidimensi. Konflik di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak dunia, sementara potensi El Nino mengancam produksi pangan nasional.

Dua faktor ini membuat petani harus lebih hati-hati menghitung biaya dan keuntungan. Salah menentukan pola tanam dan penggunaan sarana produksi bisa membuat usaha tani tidak menguntungkan.

Dengan kondisi seperti ini, pengelolaan usaha tani yang efisien dan berbasis data menjadi kunci agar petani tetap bisa bertahan dan untung di tengah ketidakpastian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Pagelaran seni tari di Kabu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.