Paus Leo XIV Pimpin Misa di Madrid, Dihadiri Lebih dari Satu Juta Orang
📅 Senin, 08 Jun 2026, 10:20 WIB | Oleh: Tim PenulisMADRID - Lebih dari satu juta orang memadati jalan-jalan Madrid pada hari Minggu (7/6) untuk mengikuti misa yang dipimpin Paus Leo XIV yang menyerukan pembaharuan iman Katolik di Spanyol.
Misa berlangsung pada hari kedua kunjungan Sri Paus selama tujuh hari di Spanyol, benteng Katolik tradisional di mana praktik keagamaan menurun tajam dalam beberapa tahun terakhir seperti di sebagian besar Eropa barat.
Raja Felipe VI dan Ratu Letizia bergabung dengan kerumunan umat yang melambaikan bendera Spanyol dan Vatikan di Lapangan Cibeles untuk upacara kebaktian yang penuh dengan simbolisme keagamaan.
Dalam khotbahnya, Leo mengatakan bahwa orang Spanyol seharusnya tidak memandang agama sebagai "museum masa lalu yang hanya untuk dikunjungi, tetapi sebagai sekolah iman yang dapat dijadikan pedoman bahkan hingga saat ini".
Menurut survei yang dilakukan bulan lalu oleh Pusat Penelitian Sosiologi, sebuah badan pemerintah otonom, sekitar 56 persen warga Spanyol mengidentifikasi diri sebagai Katolik, dibandingkan pada tahun 1970-an yang mencapai 90 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Operasi logistik dan keamanan besar-besaran telah disiapkan untuk acara tersebut, setelah itu Sri Paus memimpin prosesi tradisional di sepanjang rute yang dihiasi dengan bunga anyelir putih dan kuning -- warna bendera Vatikan.
Pihak penyelenggara mengatakan lebih dari 1,5 juta orang hadir di alun-alun dan area sekitarnya, meskipun perwakilan pemerintah pusat di wilayah Madrid menyebutkan angka 1,1 juta.
Nico Aldeanueva (28), asal Philadelphia Amerika Serikat, mengatakan bahwa Sri Paus adalah "kekuatan pemersatu yang sangat besar di saat kita mengalami perpecahan di begitu banyak bidang yang berbeda".
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sepertinya kita selalu dilanda konflik yang tak berkesudahan, dan untuk sementara waktu di sini Anda bisa berhenti sejenak, menikmati momen, dan merasakan iman."
Ana Milagros (64), yang mengibarkan bendera Vatikan, mengatakan bahwa menurutnya Paus kelahiran AS itu tampak "mudah didekati" dan "sangat tulus".
"Ada banyak polarisasi dan perbedaan dalam politik, dalam masalah sosial, dalam ekonomi," katanya. "Paus mencoba dengan kunjungan ini... untuk membantu kita semua."
Kasus pelecehan seksual di dalam Gereja telah berkontribusi pada melemahnya kepercayaan terhadap institusi tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Paus Leo menyebut masalah ini sebagai "luka yang masih terbuka" pada hari Sabtu.
Asosiasi yang mewakili para korban mengeluhkan karena tidak diundang ke pertemuan dengan Paus yang menurut media Spanyol direncanakan pada hari Senin di kedutaan Vatikan di Madrid.
Vatikan belum menyebutkan kapan atau di mana pertemuan itu akan berlangsung. Mereka tidak akan memberikan informasi lebih lanjut sampai setelahnya sebagai bentuk "penghormatan kepada para korban".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!