Gandeng Wamen Stella Christie, Gubernur Pramono Bangun Jakarta Urban Knowledge Hub
📅 Senin, 08 Jun 2026, 12:45 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Jakarta Urban Knowledge Hub di Nyi Ageng Serang Building, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026). Kehadiran pusat kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat pembangunan kota yang berbasis data, riset, dan bukti ilmiah.
Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, serta sejumlah akademisi, peneliti, pelaku usaha, komunitas, dan mitra pembangunan yang selama ini terlibat dalam berbagai program pengembangan kota.
Dalam sambutannya, Pramono mengatakan Jakarta tengah menjalani proses transformasi untuk meningkatkan daya saing di tingkat internasional. Menurutnya, upaya tersebut harus didukung tata kelola pembangunan yang lebih terukur, inovatif, dan berbasis pengetahuan.
"Jakarta memiliki target menjadi bagian dari 20 besar kota global. Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap kebijakan dan program pembangunan harus didukung data yang akurat, riset yang kuat, serta bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Pramono.
Ia menjelaskan Jakarta Urban Knowledge Hub dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, sektor swasta, dan masyarakat dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Pramono, tantangan yang dihadapi Jakarta ke depan mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari perubahan iklim, penyediaan hunian, ketahanan kota, transformasi digital, hingga mobilitas masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
"Persoalan perkotaan tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri. Urban Knowledge Hub hadir sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat sinergi dan menghadirkan solusi yang inovatif, berkelanjutan, serta berbasis kebutuhan masyarakat," tuturnya.
Pramono menegaskan pembangunan Jakarta tidak lagi dapat mengandalkan pendekatan konvensional. Pemanfaatan data, teknologi, dan kajian ilmiah yang komprehensif dinilai menjadi kebutuhan utama untuk mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih efektif.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pembangunan Jakarta harus didasarkan pada data, sains, dan teknologi. Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil dapat lebih terukur, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi warga," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi di tingkat daerah. Menurutnya, Jakarta memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai pusat talenta internasional yang mampu menarik mahasiswa, akademisi, peneliti, dan inovator dari berbagai negara.
"Dalam situasi global saat ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan pendidikan tinggi dan riset dunia. Karena itu, penguatan ekosistem sains dan teknologi perlu terus dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan," ungkap Stella.
Ia menambahkan berbagai penelitian menunjukkan bahwa kota dengan ekosistem pendidikan tinggi dan riset yang kuat cenderung memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih baik serta tingkat kesejahteraan masyarakat yang lebih tinggi dibandingkan daerah yang belum mengembangkan sektor tersebut secara optimal.
Sebagai informasi, pendekatan berbasis data dan riset selama ini telah menjadi landasan Pemprov DKI Jakarta dalam berbagai kebijakan strategis. Pendekatan tersebut diterapkan dalam pengembangan sistem transportasi publik, pengelolaan lingkungan, pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik, hingga pengembangan kawasan berbasis transit atau transit oriented development (TOD).
Dengan hadirnya Jakarta Urban Knowledge Hub, Pemprov DKI Jakarta berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia akademik, sektor swasta, dan masyarakat dapat semakin kuat. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota global yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis inovasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!