Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ancaman Gagal Panen Mengintai, Pemkab Simeulue Bergerak Atasi Kekeringan

📅 Jumat, 05 Jun 2026, 22:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ancaman Gagal Panen Mengintai, Pemkab Simeulue Bergerak Atasi Kekeringan Doc: ANTARA/Ade Irwansah
Ket. Petani melintasi areal persawahan mengalami kekeringan di Simeulue, Aceh, Jumat (5/6/2026).

BANDA ACEH – Upaya mengatasi sawah yang mengalami kekeringan menjadi krusial untuk menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.

Kekurangan pasokan air dapat menurunkan hasil panen, meningkatkan risiko gagal panen, serta mengurangi pendapatan petani.

Karena itu, optimalisasi sistem irigasi, pemanfaatan sumber air alternatif, dan penerapan teknologi pertanian yang lebih efisien dalam penggunaan air menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak kekeringan.

Penanganan yang cepat dan terukur juga diperlukan agar gangguan produksi tidak berujung pada tekanan terhadap pasokan pangan dan harga di pasar.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue membantu petani mengatasi sawah kekeringan yang mengakibatkan masa tanam padi di kabupaten kepulauan di Provinsi Aceh tersebut, tertunda.

"Kami berupaya membantu petani mengatasi kekeringan areal persawahan di beberapa wilayah di Kabupaten Simeulue," kata Pelaksanaan tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue Kasirman di Simeulue, Jumat (5/6).

Menurut dia, penanganan kekeringan sawah di antaranya dengan memberikan bantuan mesin pompa. Selain itu, pemerintah juga membangun embung di beberapa areal hulu sawah di beberapa wilayah di Kabupaten Simeulue.

Selain penanganan kekeringan, kata dia, Pemkab Simeulue juga terus berupaya memberikan bantuan kepada petani, baik peralatan pertanian modern, pembuatan irigasi dan bantuan pertanian lainnya.

"Bapak Bupati Simeulue juga terus berusaha dengan melakukan lobi-lobi ke pemerintah provinsi dan pusat untuk kemajuan pertanian di Kabupaten Simeulue," kata Kasirman.

Secara terpisah, kalangan petani di Desa Lataling Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, menunda masa tanam karena terdampak musim kemarau yang membuat lahan pertanian mengeras dan sulit ditanami padi.

"Kekeringan terjadi satu bulan terakhir ini. Lahan persawahan kering dan retak, sehingga tanahnya sulit diolah dan ditanami padi," kata Marni (48), petani di Desa Lataling.

Menurut dia, akibat kekeringan petani di desa tersebut harus menunda masa tanam. Sebab, sebelum ditanami, lahan sawah harus diolah dan air diperlukan dalam penggarapan lahan sawah.

Kepala Desa Lataling Rajuin mengatakan dirinya telah berupaya mengajukan bantuan untuk pembuatan saluran irigasi persawahan yang memadai. Namun, hingga saat ini usulan yang disampaikan belum terealisasi.

"Lahan sawah di tempat ini tadah hujan. Areal persawahan yang mengalami kekeringan mencapai ratusan hektare. Kami berharap pemerintah membangun irigasi sehingga kebutuhan air petani bisa terpenuhi," kata Rajuin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Masih Ditelusuri Jumlah Pas...

Sistem Pilkada Perlu Direformasi

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Sistem Pilkada Perlu Direfo...
Daerah
Tingkatkan Kinerja, Pemkot ...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.