Yaman Kian Kritis: 5 Juta Jiwa Dibayangi Kelaparan Akut

Kamis, 04 Jun 2026, 23:12 WIB

JENEWA - Hampir 5 juta orang, atau satu dari dua orang di 12 wilayah yang dikuasai pemerintah di Yaman, mengalami tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi antara Maret hingga Mei 2026, demikian disampaikan seorang juru bicara (jubir) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (3/6), mengutip analisis terbaru dari Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (Integrated Food Security Phase Classification).

Guna mengatasi situasi ini, Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO), Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP), dan Dana Anak-anak PBB (United Nations Children's Fund/UNICEF) bersama-sama menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera meningkatkan pendanaan bagi bantuan pangan kemanusiaan, layanan gizi, kesehatan, pertanian, dan program ketahanan, kata Jubir Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric dalam sebuah konferensi pers harian.

Selama periode Juni hingga September tahun ini, sekitar 5,4 juta orang yang tinggal di wilayah-wilayah yang dikuasai pemerintah, termasuk Aden, Hadramawt, Marib, dan Taiz, diproyeksikan akan menghadapi tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi, ujar Dujarric.

Lembaga-lembaga tersebut memperingatkan bahwa tanpa tindakan segera, berkelanjutan, dan ditingkatkan, jutaan orang yang rentan berisiko terjerumus lebih dalam ke dalam jurang kelaparan, malanutrisi, dan kehilangan mata pencaharian yang tidak dapat dipulihkan, kata jubir tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Getty Images

Dia menambahkan bahwa PBB dan para mitra kemanusiaannya telah menerbitkan Rencana Kebutuhan dan Respons Kemanusiaan Yaman (Yemen Humanitarian Needs and Response Plan) 2026 pada Maret, dengan mengajukan kebutuhan dana sebesar 2,16 miliar dolar AS untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa kepada 12 juta orang di seluruh Yaman. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.