Pastikan Kebakaran Padam, Dua Jenderal Bintang Dua Ini Pantau Karhutla Lahan Gambut di Muaro Jambi dengan Helikopter

Kamis, 13 Agu 2026, 03:55 WIB

JAMBI – Dua jenderal bintang dua yaitu Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar bersama Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan memantau kebakaran lahan gambut di Kabupaten Muaro Jambi, Rabu.

Krisno mengatakan pemantauan dilakukan bersama tim BNPB dan Satgas Karhutla Provinsi Jambi untuk melihat langsung kondisi lahan gambut yang terbakar.

Ket. Foto: Kapolda jambi Irjen Pol Krisno H Siregar dan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan bersama tim Satgas memantau Karhutla di lahan gambut Muaro Jambi. — Sumber: Antara foto/HO Humas Polda Jambi

"Hari ini kami bersama tim BNPB dan Satgas Karhutla menggunakan helikopter melihat langsung lokasi karhutla di atas lahan gambut yang ada di Kabupaten Muaro Jambi," kata Krisno.

Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari mitigasi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Patroli udara menggunakan pesawat bersayap tetap milik BNPB untuk melihat kondisi lahan yang sebelumnya terbakar sekaligus memastikan upaya pemadaman Satgas Karhutla Provinsi Jambi berjalan optimal.

Krisno mengatakan hasil pemantauan menunjukkan api di sejumlah titik lahan gambut telah berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

"Kami bersama semua unsur melakukan pemantauan langsung dari udara untuk memastikan kondisi kebakaran. Alhamdulillah, api sudah padam, namun masih ada asap sehingga pendinginan dan pemantauan terus dilakukan," ujarnya.

Menurut dia, pendinginan dan pemantauan penting dilakukan pada lahan gambut karena api berpotensi kembali muncul apabila proses pendinginan belum dilakukan secara menyeluruh.

Selain memastikan kondisi kebakaran terkendali, Polda Jambi akan menyelidiki penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab setelah kondisi lahan dinyatakan aman.

"Setelah api dipastikan padam dan kondisi lahan aman, kami akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran dan siapa yang bertanggung jawab. Penegakan hukum akan kami lakukan secara tegas," tegasnya.

Saat ini, Polda Jambi telah menerima enam laporan polisi dan menangani tujuh tersangka terkait perkara kebakaran hutan dan lahan.

"Kami mohon dukungan masyarakat. Kami akan terus melakukan penyelidikan secara profesional dan memberikan pembaruan perkembangan kasusnya," kata Krisno.

Berdasarkan hasil pemantauan, lebih dari 50 hektare lahan gambut di Desa Persiapan Air Merah terdampak kebakaran dalam sepekan terakhir.

Satgas Karhutla telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari pemadaman melalui jalur darat hingga operasi pengeboman air atau water bombing.

Krisno mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, termasuk membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

"Jangan membakar sampah sembarangan karena bisa menjadi penyebab kebakaran. Apalagi membuka lahan kemudian dibakar. Ini sangat berbahaya," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan mengatakan hasil pemantauan menunjukkan api telah berhasil dipadamkan, tetapi pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

Satgas Karhutla Provinsi Jambi bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan pendinginan hingga lokasi dinyatakan aman.

Budi mengatakan sinergi lintas instansi juga terus diperkuat untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, terukur, dan efektif.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.