Alexander Zverev Juara French Open 2026, Akhiri Penantian Gelar Grand Slam Pertama

Senin, 08 Jun 2026, 01:25 WIB

Paris, Prancis – Alexander Zverev akhirnya meraih gelar Grand Slam pertamanya setelah mengalahkan petenis Italia Flavio Cobolli dalam laga final French Open yang berlangsung dramatis hingga lima set pada Minggu (7/6).

Unggulan kedua itu menjadi petenis putra Jerman pertama yang menjuarai turnamen Grand Slam sejak Boris Becker memenangkan Australian Open 1996. Zverev menang dengan skor 6-1, 4-6, 6-4, 6-7 (5/7), 6-1 setelah bertarung selama 4 jam 16 menit di Court Philippe Chatrier.

Ket. Foto: Alexander Zverev akhirnya meraih gelar Grand Slam pertamanya. — Sumber: AFP

Ini merupakan final Grand Slam keempat bagi Zverev dan final keduanya di Roland Garros setelah beberapa kali gagal meraih gelar dalam momen-momen penting sepanjang kariernya.

Sementara itu, Cobolli yang menjadi unggulan ke-10 berupaya menjadi petenis putra Italia pertama yang menjuarai French Open dalam 50 tahun terakhir.

Petenis berusia 24 tahun tersebut bahkan belum pernah mencapai semifinal Grand Slam sebelumnya, apalagi final, setelah lawannya di semifinal, Matteo Arnaldi, mengundurkan diri karena sakit.

Kedua pemain tampak beberapa kali kesulitan mengendalikan ketegangan sepanjang pertandingan, terutama Cobolli yang banyak melakukan kesalahan sendiri pada set pertama.

Namun, pengalaman Zverev berbicara pada set penentuan yang sebenarnya berlangsung jauh lebih ketat daripada yang tercermin dari skor akhir, hingga ia akhirnya memastikan kemenangan.

Petenis berusia 29 tahun itu mendapatkan peluang emas untuk mengakhiri penantian gelar Grand Slam setelah absennya juara bertahan Carlos Alcaraz akibat cedera, serta tersingkirnya lebih awal Jannik Sinner dan Novak Djokovic.

Meski tidak selalu tampil dominan dan mencatat 54 unforced error, petenis peringkat tiga dunia itu berhasil melepaskan label sebagai salah satu pemain terbaik yang belum pernah memenangkan gelar Grand Slam.

Sebelumnya, Zverev juga pernah tersingkir enam kali di perempat final Grand Slam dan tujuh kali di semifinal, selain tiga kekalahan yang ia alami di partai final.

Kegagalan paling menyakitkan terjadi pada final Grand Slam pertamanya di US Open 2020, ketika ia menyia-nyiakan keunggulan dua set dan gagal menuntaskan pertandingan saat menghadapi Dominic Thiem.

Thiem yang kini telah pensiun menyaksikan langsung pertandingan final di Roland Garros, saat Zverev akhirnya menebus kenangan pahit tersebut enam tahun kemudian.

Awal Gugup Cobolli

Cobolli memulai pertandingan dengan gugup dan tampak kesulitan menghadapi tekanan final. Set pertama lepas begitu saja dalam waktu 39 menit setelah ia melakukan 16 kesalahan sendiri.

Ia mulai menemukan ritmenya pada set kedua dengan mempertahankan servis dalam tiga gim beruntun sebelum secara mengejutkan mematahkan servis Zverev pada gim ketujuh.

Sebelumnya Zverev nyaris tak mengalami masalah saat melakukan servis, namun ia tampil buruk dalam satu gim yang diwarnai dua double fault dan sebuah pukulan forehand yang melenceng jauh saat menghadapi break point. Setelah itu, ia tampak meluapkan kekesalannya kepada tim pelatih.

Kepercayaan diri Cobolli pun meningkat dan ia berhasil menutup set kedua untuk menghidupkan kembali persaingan di final.

Set ketiga yang berlangsung dengan kualitas permainan lebih baik justru lepas dari genggaman Cobolli pada gim ke-10. Setelah unggul 30-0, ia kehilangan empat poin beruntun, termasuk sebuah forehand yang keluar jauh saat menghadapi set point.

Petenis peringkat 14 dunia yang akan menembus 10 besar dunia untuk pertama kalinya pekan depan itu langsung membalas dengan mematahkan servis lawannya pada gim pembuka set keempat.

Meski demikian, ia gagal menjauh karena kedua pemain sama-sama kehilangan servis dua kali, termasuk saat Cobolli gagal menutup set ketika unggul 5-4.

Namun, petenis Italia itu mampu bangkit dan memaksakan tie-break, yang berhasil ia menangi melalui pukulan forehand winner keras pada set point keduanya untuk membawa pertandingan ke set penentuan.

Setelah sempat terjadi penundaan sebelum set kelima dimulai karena Cobolli meninggalkan lapangan, Zverev langsung mengambil inisiatif dengan mematahkan servis lawannya pada gim pertama.

Harapan Cobolli nyaris berakhir ketika ia gagal memanfaatkan peluang break-back, lalu kembali kehilangan servis sehingga tertinggal 0-3.

Zverev kemudian menyelamatkan tiga break point pada gim keempat dan melaju mulus menuju kemenangan. Ia menjatuhkan diri ke lapangan tanah liat untuk merayakan gelar bersejarahnya setelah Cobolli gagal mengembalikan smash pada match point kedua.

20260608011715_5a.jpg

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.