Masyarakat Diimbau Waspadai Kualitas Udara yang Memburuk
Kamis, 13 Agu 2026, 03:07 WIBPALEMBANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga mewaspadai memburuknya kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) karena masuk kategori tidak sehat.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis di Palembang, Rabu (12/8), mengatakan berdasarkan pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 pada pukul 08.00 WIB mencapai 144,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Konsentrasi PM2.5 mulai meningkat sejak Selasa (11/8) malam. Pada pukul 01.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 104,2 µg/m³ dan kemudian berfluktuasi hingga mencapai 144,4 µg/m³ pada pukul 08.00 WIB.
Kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti pergerakan dan penyebaran asap dari wilayah yang mengalami karhutla. âMemburuknya kualitas udara di Palembang perlu diwaspadai masyarakat. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh adanya asap yang terbawa masuk ke wilayah Palembang,â Âkatanya.
PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. âUntuk masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, kami mengimbau menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan partikulat,â ujarnya.
Selain menggunakan masker, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika konsentrasi PM2.5 meningkat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi tersebut.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi konsentrasi PM2.5.
Titik Panas
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sebanyak 7.050 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah tersebut sejak 1 Januari hingga 10 Agustus 2026.
Kepala BPBD Sumsel Muhammad Iqbal Alisyahbana mengatakan berdasarkan pemantauan pada 11 Agustus 2026 terdapat 142 titik panas yang tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota di Sumsel, baik di wilayah lahan mineral maupun gambut.
Secara kumulatif, BPBD Sumsel mencatat sebanyak 1.077 kejadian karhutla sejak 1 Januari hingga Agustus 2026. Hampir seluruh kabupaten/kota di Sumsel mengalami kejadian karhutla. Kejadian terbanyak tercatat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir dan Muara Enim.
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas lahan terbakar di Sumsel pada 2026 telah mencapai lebih dari 664,87 hektare. Namun, data tersebut masih berdasarkan penghitungan hingga Juni 2026 sehingga luasan lahan terbakar hingga Agustus belum tercatat secara resmi.
Adapun BMKG Stasiun Balikpapan mencatat jumlah titik panas di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tergolong tinggi yang mencapai 4.318 titik pada 1-11 Agustus 2026, sehingga mengimbau warga waspada dan tidak melakukan kegiatan yang bisa memicu kebakaran.
âSaat ini Provinsi Kaltim menuju El Nino fase kuat dengan tingkat kekeringan meningkat, makanya titik panas juga tinggi,â ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin di Balikpapan, Rabu.
Saat ini, katanya, faktor panas yang terjadi di Kaltim akibat dominasi musim timur atau Monsun Australia yang membawa sifat udara lebih kering. Namun fase ini belum berada pada fase puncak.
âPuncak El Nino lebih kering di Kaltim diperkirakan terjadi pada September hingga Oktober tahun ini, sehingga kemungkinan hot spot (titik panas) di bulan tersebut bisa lebih tinggi, sehingga kewaspadaan semua pihak pun harus diperkuat,â katanya.
Tingginya titik panas dalam sebelas hari terakhir yang mencapai 4.318 titik tersebut, ini berarti setiap hari ada ratusan titik. Khusus pada Selasa, 11 Agustus kemarin, terdapat 590 titik yang tersebar di 10 kabupaten/kota.
Rinciannya, Kota Samarinda terdeteksi 5 titik, Balikpapan (7), Bontang (3), Kabupaten Paser (54), Penajam Paser Utara (1), Kutai Barat (37), Kutai Timur (115), Kutai Kartanegara (124), Berau (233), dan Kabupaten Mahakam Ulu terdeteksi 11 titik panas.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memperkuat mitigasi agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo tak berulang karena penyebab kebakaran diduga akibat ulah manusia.
âKarhutla Bromo merupakan persoalan yang berpotensi berulang, sehingga membutuhkan penanganan yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan,â kata Bupati Probolinggo Mohammad Haris.
Ia menekankan, pentingnya memperkuat mitigasi dan langkah pencegahan agar risiko karhutla dapat ditekan pada masa mendatang dan Pemkab Probolinggo menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bekerja sama dalam penanganan karhutla di kawasan Bromo.
âKebakaran itu merupakan persoalan yang berulang sehingga membutuhkan penanganan komprehensif dan berkelanjutan. Kami juga melakukan penguatan edukasi kepada masyarakat dan menerapkan sistem peringatan dini (early warning system) untuk mencegah terjadinya kembali kebakaran hutan dan lahan di Bromo,â ujarnya.
Total luas kawasan yang terdampak karhutla Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga Selasa (11/8) mencapai sekitar 889 hektare yang tersebar di empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang dan Pasuruan.
TNBTS menyebut sebanyak 2.056 wisatawan telah mengajukan refund atau pengembalian biaya pembelian tiket kunjungan Gunung Bromo pascapenutupan total imbas meluasnya karhutla. Ant/S-2
- Musim Kemarau
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mengawali Perjalanan Indonesia di Asian Boxing dengan Kemenangan
-
Gaia Music Festival 2026: Intip Jadwal, Tema, dan Line-up Lintas Generasi di Bandung
-
Wali Kota Bandung Berhasil Gagalkan Upaya Begal saat Patroli Subuh
-
Kolaka Gandeng UMKM dan Ojek Lokal Dukung Wisata Paralayang Sani-Sani
-
Tiongkok Uji Coba Rudal "Strategis" di Samudra Pasifik Saat Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.