Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Dinilai Belum Siap Terapkan Pajak Kekayaan Tahunan

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Evident Institute pun merekomendasikan reformasi perpajakan progresif diurutkan mulai dari penguatan administrasi pajak melalui stabilisasi Coretax dan integrasi data lintas lembaga (DJPOJK-BPN-Dukcapil-Bea Cukai, kemudian aktivasi registry beneficial ownership berdasarkan Perpres 13/2018 dengan sanksi administratif yang konsisten. Lalu, dilanjutkan dengan optimalisasi instrumen pajak progresif yang ada, perubahan tarif PPh dividen menjadi progresif, perluasan basis PPh capital gain, dan reformasi PBB-P2.

Selain itu, juga perlu memanfaatkan Automatic Exchange of Information (AEoI) melalui Common Reporting Standard (CRS) untuk memetakan offshore exposure. Kemudian memprioritaskan pada pajak warisan dan hadiah sebagai instrumen yang lebih sederhana secara administratif sebelum pajak kekayaan tahunan, sebagaimana direkomendasikan OECD pada 2018.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.