Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sampah Jadi Berkah Berkat Kolaborasi dan Inovasi  

📅 Senin, 13 Okt 2025, 14:29 WIB | Oleh:
Sampah Jadi Berkah Berkat Kolaborasi dan Inovasi    Doc: istimewa

JATINANGOR - Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang digelar di Kecamatan Jatinangor tahun ini menjadi gelombang perubahan baru dalam pengelolaan sampah dan pemberdayaan komunitas lokal. Didanai oleh Hibah Kemendikti Saintek melalui skema HIBAH BIMA, program bertajuk “Transformasi Pengelolaan Sampah Terpadu dengan Teknologi Evowaste melalui Komunitas Peduli Sampah” besutan tim Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menghadirkan solusi konkret atas beragam tantangan lingkungan dan sosial yang dihadapi masyarakat Jatinangor.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jatinangor menghadapi peningkatan volume sampah rumah tangga yang kian mengkhawatirkan. Partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah masih rendah, dan belum banyak teknologi ramah lingkungan yang diterapkan secara berkelanjutan. Kelompok rumah tangga, apartemen, mahasiswa, dan pelaku usaha kecil di Desa Sayang dan sekitarnya selama ini mengandalkan penanganan sampah pada pengangkutan ke TPA atau praktik pembakaran lokal, yang menimbulkan pencemaran lingkungan sekaligus menghambat potensi ekonomi dari daur ulang sampah.

Menjawab urgensi tersebut, tim PKM UMJ yang diketuai oleh Prof. Dr. Ahmad Subagyo, SE., MM. bersama dosen dan mahasiswa, menerapkan pendekatan kolaboratif untuk menggerakkan perubahan nyata. Proses dimulai dengan survei, pemetaan kebutuhan masyarakat, dan identifikasi hambatan utama dalam infrastruktur serta literasi pengelolaan sampah. Program PKM dirancang bukan hanya untuk edukasi, tetapi juga mengarusutamakan inovasi kelembagaan melalui pembentukan komunitas peduli sampah yang menjadi embrio pembentukan koperasi multipihak. Bentuk kolaborasi melibatkan bank sampah digital, BUMDes, dan kelompok usaha lokal agar tercipta ekosistem ekonomi sirkular.

Sosialisasi dan edukasi berlangsung intens melalui pertemuan komunitas, pelatihan, serta diskusi kelompok fokus. Warga dipahamkan pentingnya pemilahan sampah dan pengelolaan berbasis aplikasi digital, di antaranya aplikasi pencatatan transaksi bank sampah, sistem tabungan digital, dan simulasi inovasi produk daur ulang. Hibah alat pencacah organik serta aplikasi akuntansi digital memberikan sentuhan teknologi bagi komunitas, memudahkan pengolahan sampah dan transparansi pencatatan—mendorong efisiensi sekaligus memberdayakan ekonomi warga.

Secara rutin, pelatihan dan pendampingan digelar dengan melibatkan 30–50 peserta tiap desa, terdiri dari PKK, Karang Taruna, mahasiswa, dan tokoh warga. Praktik pencatatan tabungan sampah digital mulai diterapkan dari manual hingga replikasi ke desa lain. Produk daur ulang seperti kompos, briket, paving block, dan eco-brick juga mulai dipasarkan lokal. Dengan advokasi regulasi dan mentoring berjenjang, komunitas peduli sampah dibentuk sebagai tulang punggung ekosistem serta jaringan pemasaran, dilengkapi dokumen legal dan SOP bisnis modern.

20251013142847_sampah2.jpg

Dampak Nyata Program PKM

Serangkaian program berdampak nyata, antara lain:

  • Jumlah kepala keluarga (KK) yang memilah sampah meningkat dari 18 menjadi 40 KK.
  • Terselenggara 3 pelatihan manajemen yang sebelumnya belum pernah ada.
  • Terbentuk 1 kelompok aktif yang sebelumnya belum tersedia.
  • Mengaktifkan Kembali TPS3R sebagai tempat pengelolaan sampah yang sebelumnya tidak berfungsi.
  • Mulai penggunaan 1 aplikasi digital, kini dimanfaatkan komunitas dalam pengelolaan sampah.
  • Volume sampah yang dibuang ke TPA berkurang 25–30 persen.
  • Literasi lingkungan dan teknologi masyarakat meningkat, serta tercipta lapangan kerja operator, pengrajin, dan pemasar produk daur ulang.

Kehadiran aplikasi digital bank sampah memperkuat transparansi pengelolaan, akses anggota komunitas, dan keterhubungan antar komunitas—memudahkan publikasi keberhasilan ke media nasional. Di akhir pelaksanaan, program PKM Jatinangor membuktikan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi dan kelembagaan bisa berjalan seiring, menjadi model inspiratif pencapaian SDGs dan peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal.

Tim PKM UMJ menyampaikan terima kasih kepada Kemendikti Saintek atas dana hibah BIMA, yang menjadi titik awal transformasi dan inovasi pengelolaan sampah di Jatinangor—membangun harapan baru menuju lingkungan yang bersih, ekonomi produktif, dan sosial inklusif

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Posko Siaga PLN Istana Waki...
Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.