Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petugas Bersama Warga Sidrap Buka Akses Jalan Terdampak Longsor

📅 Selasa, 02 Jun 2026, 16:38 WIB | Oleh:
Petugas Bersama Warga Sidrap Buka Akses Jalan Terdampak Longsor Doc: ANTARA/HO-BPBD Sidrap
Ket. Petugas bersama warga bergotong-royong membersihkan material tanah longsor untuk membuka akses jalan di Desa Leppangeng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan petugas gabungan saat ini masih berjibaku membersihkan material tanah longsor guna membuka kembali akses jalan yang tertimbun menuju Desa Leppangeng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa pembukaan jalur tersebut menjadi prioritas utama penanganan darurat mengingat ruas jalan yang tertutup merupakan akses utama transportasi warga setempat.

"Hingga Senin (1/6) tim gabungan masih fokus melakukan penanganan darurat dengan membersihkan material longsor di ruas jalan yang menjadi akses utama menuju desa terdampak," kata dia.

Dia menjelaskan pembukaan akses jalan dilakukan secara bergotong royong melibatkan petugas instansi terkait dengan warga setempat memanfaatkan semua peralatan yang ada demi memastikan distribusi bantuan logistik serta mobilitas warga dapat kembali berjalan normal.

Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan bahwa tanah longsor itu sendiri dilaporkan terjadi pada Sabtu (30/5) malam dipicu oleh fluktuasi cuaca berupa guyuran hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah perbukitan di Kabupaten Sidrap.

Guguran material tanah kemudian menutup jalur darat di Kecamatan Pitu Riase, sehingga sempat memutus urat nadi transportasi dan menyebabkan kawasan desa setempat menjadi terisolasi.

Berdasarkan kaji cepat sementara oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidenreng Rappang, penyumbatan akses jalan dan dampak longsor ini secara akumulatif telah mengganggu aktivitas harian bagi sedikitnya 614 orang warga.

Selain menyumbat dua titik akses jalan utama, bencana hidrometeorologi basah tersebut dilaporkan juga membawa kerugian materiil berupa kerusakan fisik pada 221 unit rumah warga sekitar yang terpapar material longsoran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.