Timnas Iran Cari Solusi Visa AS, FIFA Diminta Turun Tangan

Jumat, 29 Mei 2026, 00:07 WIB

TEHERAN — Federasi Sepak Bola Iran berharap FIFA dapat memfasilitasi visa multi-masuk ke Amerika Serikat bagi tim nasional Iran menjelang Piala Dunia 2026. Hal itu disampaikan Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, dalam video yang disiarkan media Iran, Kamis (28/5) waktu setempat.

“FIFA diharapkan dapat memberikan visa multi-masuk sehingga para pemain bisa masuk ke Amerika Serikat dan kembali lagi ke Meksiko,” ujar Taj.

Ket. Foto: Ilustrasi timnas Iran. — Sumber: AFP

Tim nasional Iran yang dikenal dengan julukan “Team Melli” awalnya berencana menjadikan Tucson, Arizona, sebagai basis selama turnamen berlangsung. Namun, mereka kemudian memindahkan pusat latihan ke Tijuana, Meksiko, salah satu negara tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada.

Sebelumnya, Taj menyebut keputusan itu diambil untuk menghindari potensi kendala visa Amerika Serikat sekaligus mempermudah perjalanan tim yang dapat langsung terbang ke Meksiko menggunakan maskapai Iran Air.

Iran dijadwalkan memainkan seluruh laga Grup G di wilayah Amerika Serikat. Mereka akan membuka kampanye Piala Dunia melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, sebelum menghadapi Belgia di kota yang sama dan Mesir di Seattle.

“Sekarang sudah pasti kami akan pergi ke Meksiko. Tim sedang melakukan persiapan,” kata Taj.

Partisipasi Iran di Piala Dunia sempat diliputi ketidakpastian selama beberapa bulan terakhir di tengah memanasnya konflik Timur Tengah setelah kampanye pengeboman Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Dalam kesempatan yang sama, Taj mengaku belum mengetahui situasi terbaru terkait penyerang andalan Iran, Sardar Azmoun, yang tidak masuk daftar skuad awal yang disusun pelatih tim nasional.

Azmoun, yang telah mencetak 57 gol untuk Iran dan pernah memperkuat Bayer Leverkusen serta AS Roma, sebelumnya menyuarakan dukungan terhadap gelombang protes anti-pemerintah di negaranya.

Ia juga mendapat sorotan media pemerintah Iran setelah sebuah foto yang dipublikasikan pada Maret memperlihatkan dirinya bersama penguasa Dubai, tempat ia kini bermain dan menetap. Beberapa media bahkan menudingnya melakukan pengkhianatan.

Pada Senin lalu, seorang wakil presiden Iran meminta agar Azmoun dipanggil kembali ke tim nasional.

Dalam unggahan Instagram terbarunya, Azmoun mengungkapkan bahwa dirinya pernah menolak “tawaran finansial yang sangat besar dari negara lain” dan menegaskan dirinya tetap “anak Iran”.

  • FIFA
  • Iran
  • Piala Dunia 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.