PBB: Melindungi Anak-anak di Dunia Maya adalah 'Prioritas Mendesak'
📅 Jumat, 29 Mei 2026, 15:07 WIB | Oleh: Tim PenulisJENEWA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, menjadikan dunia digital aman bagi anak-anak adalah prioritas mendesak, dan mereka yang bertanggung jawab atas bahaya daring harus dimintai pertanggungjawaban.
Kepala hak asasi manusia PBB, Volker Turk, mengatakan bahwa negara-negara harus memaksa raksasa teknologi untuk menerapkan keselamatan anak. Ia mengatakan bahwa bahaya bagi anak adalah akibat langsung dari praktik bisnis dan pilihan desain.
"Dunia digital yang menghubungkan anak-anak dengan pembelajaran, komunitas, dan kreativitas juga mengekspos mereka pada risiko nyata terhadap keselamatan, privasi, dan kesejahteraan mereka," kata Turk dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (29/5).
"Bahaya daring terhadap keselamatan, privasi, dan kesejahteraan anak-anak bukanlah bawaan lahir atau tak terhindarkan; bahaya tersebut merupakan akibat dari pilihan desain dan praktik bisnis yang merusak keamanan, termasuk fitur desain yang adiktif, seperti pengguliran tanpa batas, pemutaran otomatis, dan notifikasi terus-menerus dari aplikasi."
"Meningkatkan perlindungan anak-anak di dunia maya adalah prioritas mendesak yang perlu kita pastikan tidak hanya terlaksana, tetapi juga terlaksana dengan benar," tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia menyerukan tindakan yang lebih tegas dari negara-negara dan perusahaan teknologi untuk menjadikan platform daring sebagai tempat yang aman bagi anak-anak, melalui regulasi, pengawasan, dan akuntabilitas yang lebih baik.
"Larangan menyeluruh terhadap media sosial bukanlah solusi mujarab sekali saja," tambah Turk.
"Membatasi akses ke platform yang masih tidak aman saja tidak dapat menjadi solusi efektif untuk melindungi anak-anak."
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyerukan agar platform dirancang lebih aman dan memastikan data terlindungi, sementara "mereka yang bertanggung jawab atas kerugian dapat dimintai pertanggungjawaban".
Turk mengatakan, hanya berfokus pada pembatasan usia tidak akan mengubah desain dan algoritma yang membuat platform tersebut tidak aman sejak awal.
Perusahaan teknologi raksasa harus menanamkan keamanan "sejak tahap perancangan, alih-alih mengalihkan beban tersebut kepada orang tua dan anak-anak", katanya.
Kepala hak asasi manusia PBB juga mengatakan pengalaman sejauh ini menunjukkan bahwa larangan dapat dengan mudah dihindari dan menyuarakan kekhawatiran bahwa larangan tersebut bahkan dapat mendorong anak-anak ke platform yang lebih berisiko dan kurang diawasi.
Kantornya menerbitkan 10 pedoman berjudul "Menjamin Keamanan Anak di Dunia Maya". Termasuk memastikan perlindungan maksimal terhadap data anak sebagai pengaturan standar, sementara "penargetan mikro" terhadap anak-anak untuk tujuan komersial, berdasarkan catatan digital, "tidak boleh diizinkan".
Mereka mengatakan kekhawatiran yang muncul seperti pembatasan penggunaan chatbot kecerdasan buatan atau fitur desain yang adiktif mungkin memerlukan pembatasan usia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!