Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karantina Bangka Belitung Dampingi UMKM Ekspor Buah Cemara Laut Kering ke Jerman.

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 11:52 WIB | Oleh:
Karantina Bangka Belitung Dampingi UMKM Ekspor Buah Cemara Laut Kering ke Jerman. Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Karantina Kepulauan Babel, Herwintarti (kanan) bersama pelaku UMKM, Lukman

Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendampingi pelaku UMKM mengekspor buah cemara laut kering ke Jerman, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.

"Pendampingan ini untuk memastikan buah cemara laut ini memenuhi persyaratan yang ditetapkan negara tujuan ekspor komoditas tersebut," kata Kepala Karantina Kepulauan Babel, Herwintarti di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan berdasarkan data hingga Juni 2026, Karantina Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan pendampingan ekspor sebanyak 30.000 bungkus dan satu bungkusnya berisikan 25 buah cemara laut dengan tujuan ekspor ke Jerman.

"Ekspor buah cemara laut ini menunjukkan semakin besarnya peluang komoditas asal Bangka Belitung untuk bersaing di pasar global, termasuk komoditas nonkonvensional yang memiliki nilai ekonomi tinggi," ujarnya.

Ia menegaskan Karantina Kepulauan Babel terus melakukan bimbingan teknis, pengawalan intensif kepada para mitra usaha sesuai persyaratan negara tujuan dalam menjamin SPS melalui pengujian laboratorium terakreditasi ISO SNI 17025:2017 dan terintegrasi bersama ISO 9001 : 2017.

"Seluruh kerja ini memerlukan strategi kelembagaan dengan sinergi yang kuat berkelanjutan baik dari hulu hingga hilir, agar kontribusi terhadap ekonomi daerah semakin nyata dan berkelanjutan," katanya.

Salah seorang pelaku UMKM Lukman mengapresiasi Karantina Kepulauan Babel yang telah mengedukasi, mendampingi dan memfasilitasi UMKM dalam mengekspor buah cemara laut ini.

"Buah cemara laut ini berfungsi sebagai kondisioner air alami yang sangat populer untuk akuarium, khususnya bagi ikan hias, seperti cupang, guppy, dan channa, karena buah ini mengandung zat tanin yang dapat menurunkan dan menstabilkan pH air, menyembuhkan luka pada ikan, serta memiliki sifat antibakteri dan antijamur," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.