Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlindungan atau Kendali Digital? Spanyol Bakal Larang Sosial Media untuk Anak di Bawah 16 Tahun

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 10:23 WIB | Oleh:
Perlindungan atau Kendali Digital? Spanyol Bakal Larang Sosial Media untuk Anak di Bawah 16 Tahun Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi penggunaan handphone.

JAKARTA - Spanyol tengah mempertimbangkan langkah kontroversial, melarang akses anak-anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial. Kebijakan ini diumumkan Perdana Menteri Pedro Sanchez dalam World Government Summit di Dubai.

Menurut pemerintah Spanyol, tujuan utama larangan ini adalah menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat, aman, dan demokratis bagi generasi muda. Langkah ini merupakan bagian dari paket legislasi yang lebih luas untuk memperketat regulasi platform online, memperkuat verifikasi usia, dan menuntut tanggung jawab korporasi atas konten yang berpotensi merugikan anak-anak.

Jika disetujui parlemen, perusahaan media sosial akan diwajibkan secara hukum untuk memverifikasi usia pengguna sebelum memberikan akses. Platform yang tidak patuh bisa menghadapi sanksi. Pemerintah beralasan, langkah ini untuk menangani masalah kecanduan algoritma, paparan konten berbahaya, dan dampak psikologis media sosial pada anak-anak.

Namun, kontroversi langsung muncul. Sementara pemerintah menekankan perlindungan anak, banyak pihak menilai ini lebih mirip upaya negara memperluas kontrol digital. Aktivis hak digital memperingatkan teknologi verifikasi usia yang aman dan menjaga privasi belum tersedia, sehingga kebijakan ini bisa memicu peningkatan pengumpulan data, kontrol identitas ketat, dan keterlibatan pemerintah yang lebih besar dalam aktivitas online sehari-hari.

Dunia internasional menyoroti Spanyol. Di Inggris, pendekatannya berbeda. Daripada larangan usia tertentu, Inggris menggunakan Online Safety Act 2023 yang menuntut platform bertanggung jawab atas keselamatan pengguna, terutama anak-anak, dari konten ilegal atau berbahaya.

Regulator Ofcom dapat mengenakan denda hingga £18 juta atau 10% omzet global perusahaan. Meski konsultasi tentang larangan usia di bawah 16 terus berlangsung, saat ini fokus Inggris tetap pada tanggung jawab platform, bukan pembatasan akses secara langsung.

Di Amerika Serikat, tidak ada larangan federal untuk usia tertentu. Pendekatan mereka lebih bersifat hukum dan regulasi daripada legislasi. Banyak gugatan hukum menargetkan platform besar terkait fitur desain adiktif dan dampaknya pada anak. Badan federal seperti Federal Trade Commission menegakkan hukum perlindungan konsumen dan privasi anak-anak, menjadikan pengawasan lebih berbasis pengadilan dan regulasi daripada kontrol langsung pemerintah.

Bagi Spanyol, rancangan ini menempatkan negara tersebut di garis depan upaya global mengatur kehidupan digital anak-anak. Namun, apakah ini akan dikenang sebagai langkah penting melindungi generasi muda, atau sebagai ekspansi kontrol negara atas ruang digital? Hal ini tentunya sangat bergantung pada cara undang-undang dirancang, diterapkan, dan diuji dalam beberapa tahun mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.