Paus Leo XIV Kritik AI di Bidang Militer dan Risiko Polarisasi Sosial
📅 Selasa, 26 Mei 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiVATICAN CITY – Paus Leo XIV pada Senin (25/5) dijadwalkan merilis manifesto yang telah lama dinantikan mengenai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dokumen tersebut diterbitkan sebagai upaya Gereja Katolik menyoroti tantangan etika dan sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI di seluruh dunia.
Dilansir dari The Straits Times, Paus asal Amerika Serikat (AS) itu akan menghadiri langsung presentasi ensiklik bertajuk Magnifica Humanitas atau “Kemanusiaan Luar Biasa” di Vatikan. Kehadiran langsung paus dalam peluncuran ensiklik ini menjadi yang pertama dalam sejarah Gereja Katolik.
Selain pejabat Tahta Suci, acara tersebut juga dihadiri sejumlah pakar teknologi, termasuk salah satu pendiri perusahaan rintisan AI asal AS, Anthropic, yang menjadi salah satu pemain utama dalam industri AI global.
Anthropic saat ini tengah berselisih dengan militer AS setelah menolak mengubah kebijakan internal perusahaan yang melarang penggunaan model AI Claude untuk peperangan otonom mematikan maupun pengawasan massal.
Paus Leo XIV sebelumnya telah mengecam perlombaan pengembangan AI di bidang militer. Menurut dia, “mendelegasikan keputusan mengenai kehidupan dan kematian manusia kepada mesin” merupakan “spiral destruktif” yang membahayakan kemanusiaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak terpilih pada 2025 sebagai paus pertama asal AS, Leo XIV berulang kali memperingatkan bahaya AI, termasuk risiko “penggantian realitas secara bertahap dengan simulasi”. Ia juga mengkritik “kehancuran lingkungan” akibat perlombaan eksploitasi logam tanah jarang yang dibutuhkan industri elektronik modern.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan nilai industri AI dapat mencapai 4,8 triliun dollar AS pada 2033 atau meningkat 25 kali lipat dalam satu dekade. Namun, keuntungan teknologi itu dinilai berpotensi terkonsentrasi hanya pada segelintir pihak.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres sebelumnya mengingatkan bahwa “jendela untuk membentuk AI demi perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan semakin tertutup”.
Sebaiknya Anda baca juga:
Paus Leo menjadikan isu AI sebagai salah satu fondasi utama kepausannya. Ensiklik Magnifica Humanitas disebut-sebut dapat memiliki pengaruh besar seperti ensiklik lingkungan Laudato Si yang diterbitkan Paus Fransiskus pada 2015 dan memicu respons luas di berbagai negara.
Vatikan memandang dokumen baru tersebut sebagai kelanjutan ajaran sosial Gereja untuk “melindungi manusia di era AI”. Dokumen itu ditandatangani pada 15 Mei, bertepatan dengan 135 tahun ensiklik Paus Leo XIII pada 1891 yang menjadi dasar doktrin sosial Gereja saat Revolusi Industri.
Memicu Polarisasi
Profesor ilmu politik Universitas Zagreb, Marijana Grbesa, mengatakan Revolusi Industri telah mengubah pasar tenaga kerja, kehidupan sosial, dan dinamika kekuasaan dunia. Menurut dia, kondisi serupa kini kembali terjadi di era AI.
“Pada saat itu, perlu melatih individu dalam penggunaan alat. Hal yang sama juga berlaku saat ini: kita perlu melatih dan mendidik,” ujarnya kepada AFP.
Paus Leo XIV juga menekankan pentingnya literasi digital agar masyarakat memahami bagaimana algoritma membentuk persepsi terhadap realitas. Pada April lalu, ia memperingatkan penggunaan AI yang dapat memicu polarisasi, konflik, ketakutan, dan kekerasan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!