Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Australia Ungkap Peran Protein terkait Alzheimer

📅 Selasa, 26 Mei 2026, 08:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ilmuwan Australia Ungkap Peran Protein terkait Alzheimer Doc: Flinders University
Ket. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications menemukan bahwa protein tau berperan penting dalam mengatur dan menstabilkan memori

ADELAIDE - Penelitian yang telah dipublikasikan di dalam jurnal Nature Communications menemukan bahwa protein tau berperan penting dalam mengatur dan menstabilkan memori agar dapat bertahan dalam jangka waktu lama.

Protein tau tidak diperlukan untuk pembelajaran awal maupun ingatan jangka pendek, ungkap pernyataan dari Universitas Flinders (Flinders University) yang dirilis pada Senin (25/5).

Tanpa protein tau, memori tetap dapat terbentuk, namun menjadi lebih lemah dan tidak bertahan lama, kata Arne Ittner dari Universitas Flinders, penulis senior dalam penelitian tersebut sekaligus seorang ahli saraf.

Dengan menggunakan model tikus, para peneliti menunjukkan bahwa protein tau membantu mengatur "sel engram", yakni neuron khusus yang membentuk jejak fisik memori, selama periode penting pengodean, sehingga membantu menentukan sel mana yang dipilih untuk menyimpan suatu memori.

Penelitian ini juga menemukan bahwa tau membantu mencegah aktivitas berlebihan atau "kebisingan" di otak, sehingga memastikan hanya sel-sel tertentu yang direkrut untuk menyimpan suatu memori, yang pada akhirnya menghasilkan memori yang lebih jelas dan lebih stabil.

Modifikasi kimia yang halus pada tau, yang disebut fosforilasi, diidentifikasi sebagai mekanisme utama yang mengoordinasikan aktivitas sel engram.

Meskipun fosforilasi tau abnormal merupakan ciri khas penyakit Alzheimer, penelitian ini menunjukkan bahwa fosforilasi terkontrol dalam tingkat rendah sangat penting bagi fungsi normal otak.

Para peneliti mengatakan bentuk tau yang terkait dengan penyakit menghambat pembentukan memori baru maupun proses mengingat kembali, yang menunjukkan bahwa kehilangan memori terkait demensia dapat muncul akibat terganggunya pengorganisasian dan pemanggilan kembali memori, bukan semata-mata karena penyimpanan memori.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.