Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Hari Ini Bergerak Variatif di Tengah Pasar Cermati Kebijakan Ekspor SDA

📅 Selasa, 26 Mei 2026, 10:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Bergerak Variatif di Tengah Pasar Cermati Kebijakan Ekspor SDA Doc: ANTARA

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (26/5) berpotensi bergerak variatif di tengah pelaku pasar mencermati kebijakan ekspor satu pintu komoditas Sumber Daya Alam (SDA).

IHSG dibuka melemah 4,55 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.201,80. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,83 poin atau 0,29 persen ke posisi 629,38.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 5.880- 6.220,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari dalam negeri, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ekspor satu pintu komoditas SDA melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan diterapkan bertahap mulai 1 Juni 2026 dan berlaku penuh pada 1 Januari 2027.

Tahap awal akan mencakup ekspor CPO, batu bara, dan feronikel, dengan PT DSI dicantumkan sebagai co-exporter dalam sistem Indonesia National Single Window (INSW).

Selama masa transisi, perusahaan masih dapat mengekspor lewat mitra dagang masing-masing, namun pemerintah menegaskan tidak boleh ada manipulasi harga.

Kebijakan ini bertujuan memperbaiki tata kelola ekspor SDA dan mengurangi perbedaan data perdagangan Indonesia dengan negara mitra, seperti AS dan Tiongkok yang selama ini mencapai puluhan miliar dolar AS.

Nico menilai, kebijakan tersebut menunjukkan upaya pemerintah memperketat kontrol devisa dan transparansi perdagangan komoditas strategis.

Dalam jangka pendek, menurutnya, pasar akan merespons hati-hati karena pelaku usaha harus menyesuaikan proses administrasi dan skema ekspor baru, sehingga berpotensi menambah biaya kepatuhan, serta memunculkan kekhawatiran efisiensi.

"Namun jika implementasi berjalan baik, kebijakan ini dapat memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan global, meningkatkan akurasi penerimaan negara, serta meminimalkan praktik under invoicing atau transfer pricing," ujar Nico.

Nico menjelaskan, dampaknya akan paling terasa pada emiten batu bara,minyak kelapa sawit (CPO), dan nikel, karena investor akan mencermati apakah skema baru ini memperlancar tata niaga atau justru memperlambat arus ekspor dan cash flow perusahaan.

Perbedaan perspektif tersebut yang diharapkan dapat dijembatani agar pelaku pasar dan investor tidak merespon negatif secara berkelanjutan.

"Selain itu, image pemerintah yang mengalami penurunan, juga menjadikan pelaku pasar dan investor selalu melihat sesuatu yang negatif terkait dengan kebijakan yang mulai diterapkan ini. Hal ini yang membuat IHSG dan pasar obligasi terus merana, menguat tapi tak berdaya seperti kurang bergairah," ujar Nico.

Dari mancanegara, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi antara AS dengan Iran berjalan baik, dan AS tinggal sedikit lagi mencapai kesepakatan dengan Iran untuk membuka Selat Hormuz.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.