Proyek Air Rp277 Miliar di Aceh Tamiang Dikebut, 10.000 KK Siap Dapat Sambungan
📅 Senin, 25 Mei 2026, 14:37 WIB | Oleh: Tim RedaksiACEH– Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau progres pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Baja pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (24/5). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Pembangunan IPA Baja berkapasitas 2x50 liter per detik (Lps) SPAM Karang Baru saat ini sudah mencapai 30 persen dan direncanakan rampung pada 10 Agustus 2026.
Menurut Menteri Dody, hal yang paling krusial adalah memastikan keberlangsungan sumber air baku atau intake agar sistem dapat beroperasi optimal, termasuk saat debit sungai menurun di musim kemarau.
“IPA baja 2x50 Lps sudah dalam proses pembangunan. Tapi yang harus dipastikan adalah sumber airnya tetap terjaga. Sekarang sungai sedang tinggi, namun perlu dicek juga saat musim kering apakah debitnya masih mencukupi,” ujar Menteri Dody.
Ia menambahkan, perubahan bentuk sungai pascabencana menjadi tantangan tersendiri dalam perencanaan sistem air baku, sehingga evaluasi perlu dilakukan secara berkala.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau sungai melebar biasanya debit air berkurang. Maka kita siapkan agar aliran air tetap bisa masuk ke instalasi pengolahan, baik di IPA beton maupun IPA baja ini,” jelasnya.
IPA baja ini termasuk dalam paket Penanganan SPAM Pasca Bencana di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Gayo Lues dengan nilai kontrak Rp277,97 miliar. Pekerjaan dikerjakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PU, dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor pelaksana.
Lingkup pekerjaan SPAM Karang Baru di Aceh Tamiang meliputi pembangunan IPA Baja 2x50 Lps, reservoir GFS kapasitas 1.000 m³, bangunan intake, bangunan pendukung compact, infrastruktur kawasan, serta sistem pendukung seperti SCADA dan jaringan pipa distribusi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam rencana pengembangan, kawasan SPAM juga akan dilengkapi fasilitas pendukung berupa sludge screw press, ruang komunal, area parkir, serta integrasi dengan fasilitas eksisting yaitu IPA beton 100 Lps, IPA baja eksisting 2x50 Lps, dan reservoir beton 500 m³.
Menteri Dody menilai progres pekerjaan masih sesuai target, meski ada beberapa aspek teknis yang perlu diperbaiki.
“Progresnya sudah baik dan sesuai jadwal awal. Tinggal kita pastikan beberapa hal teknis, termasuk pembangunan pintu air yang akan menyusul. Tantangannya sekarang adalah menentukan titik terendah karena morfologi sungai sudah berubah cukup besar,” kata Menteri Dody.
Pembangunan SPAM Karang Baru diharapkan dapat memperkuat ketahanan layanan air minum di Aceh Tamiang pascabencana, sekaligus menjaga keberlangsungan pasokan air untuk fasilitas publik dan warga.
“Yang penting suplai air minimum tidak terganggu, terutama untuk layanan dasar seperti rumah sakit. Ke depan juga akan disiapkan sambungan rumah secara bertahap untuk sekitar 10.000 KK,” tegas Menteri Dody.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!