- Home
-
- Luar Negeri
-
- Anggaran Darurat: Jepang S...
Anggaran Darurat: Jepang Siapkan Dana Tambahan 3 Triliun Yen
Senin, 25 Mei 2026, 22:23 WIBTOKYO - Pemerintah Jepang akan menyusun anggaran tambahan untuk tahun fiskal 2026 senilai lebih dari 3 triliun yen atau sekitar 19 miliar dolar AS guna mengantisipasi kenaikan harga energi di tengah ketegangan Timur Tengah yang berkepanjangan, kata Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Senin (25/5).
Takaichi mengatakan rancangan anggaran itu kemungkinan akan diajukan kepada parlemen pekan depan.
Dia juga menyebut pemerintah akan menggunakan dana cadangan sebesar 500 miliar yen untuk membantu rumah tangga membayar tagihan utilitas pada periode Juli hingga September, saat kebutuhan pendingin udara meningkat.
Langkah dukungan, yang dijadwalkan disetujui kabinet pada Selasa, diperkirakan dapat mengurangi biaya energi sekitar 5.000 yen per rumah tangga selama tiga bulan, kata Takaichi.
Takaichi mengatakan anggaran tambahan untuk tahun fiskal berjalan yang dimulai pada April akan dibiayai melalui penerbitan tambahan obligasi penutup defisit. Namun, dia menepis kekhawatiran bahwa langkah tersebut akan mempengaruhi pasar obligasi.
Kekhawatiran pasar terhadap memburuknya kondisi fiskal Jepang dan percepatan inflasi telah mendorong kenaikan biaya pinjaman, dengan imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam sekitar tiga dekade.
Takaichi juga menjelaskan total penerbitan obligasi tidak akan berubah karena pemerintah tidak lagi perlu menerbitkan sekitar 3 triliun yen obligasi yang sebelumnya direncanakan untuk tahun fiskal 2025 berkat peningkatan penerimaan pajak dan sumber pendapatan lainnya.
Pemerintah juga akan membentuk dana cadangan khusus untuk merespons dampak situasi di Timur Tengah, seperti melonjaknya harga minyak mentah, ujar Takaichi.
âKami akan semakin meningkatkan upaya untuk memastikan kehidupan masyarakat, mata pencaharian, dan aktivitas ekonomi tidak terganggu,â katanya, seraya menambahkan bahwa anggaran yang direncanakan tersebut disusun untuk âmelakukan segala upaya yang memungkinkan guna meminimalkan risiko.â
Pengumuman Takaichi muncul setelah desakan dari partai penguasa maupun oposisi agar pemerintah menyiapkan anggaran tambahan untuk mengatasi kenaikan harga minyak mentah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari serta penutupan efektif Selat Hormuz.
Jepang yang miskin sumber daya sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah melalui selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman energi global.
Sebagai hasil dari upaya Jepang mendiversifikasi pemasok, Takaichi mengatakan pengadaan minyak negara itu akan mencapai sekitar 80 persen dibandingkan level tahun sebelumnya dan Jepang kemungkinan dapat mengamankan pasokan hingga musim semi 2027.
Sementara itu, perdana menteri tetap mempertahankan sikapnya yang menolak untuk meminta masyarakat Jepang membatasi penggunaan energi. Menurut dia, Jepang belum berada pada tahap di mana pemerintah perlu membuat permintaan seperti itu âdengan cara yang dapat menghambat aktivitas ekonomi.â
Saat ditanya mengenai kemungkinan merevisi subsidi bagi distributor guna menjaga harga rata-rata bensin sekitar 170 yen per liter, dia tidak menutup kemungkinan tersebut.
Sejumlah anggota parlemen dari partai penguasa maupun oposisi sebelumnya mengusulkan pengurangan program subsidi bensin untuk mengurangi tekanan fiskal pada negara yang dibebani utang besar itu. Ant
- japanese yen
- sanae takaichi
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Aksi Kriminal Marak di Jakbar, Pemprov DKI Diminta Lakukan Antisipasi
-
UE Dukung Armenia jadi Anggota Blok
-
Pemerintah Kabupaten Jepara Mudahkan Pembayaran Pajak Hotel dan Kos dengan QRIS
-
Tembus 131 Ribu Orang, Bandara Soetta Mendadak Dipadati Penumpang Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus, Ada Apa?
-
Paguyuban Sosial Marga Tiongjoa Indonesia Singkawang Perkuat Sinergi Bangun Kesetaraan Sosial
-
Menkomdigi: Tidak Ada Transfer Data Penduduk Indonesia ke AS
-
Olah Sampah Organik, Pemkot Jaksel Ajukan Anggaran Rp16 Miliar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.