Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi Terbaru Ungkap Serangan Jantung dapat Melepaskan Zat Beracun yang Merusak Otak

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 08:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Studi Terbaru Ungkap Serangan Jantung dapat Melepaskan Zat Beracun yang Merusak Otak Doc: Mediline
Ket. Ilustrasi serangan jantung.

JAKARTA - Penelitian terbaru mengungkap serangan jantung dapat memicu pelepasan zat beracun dalam tubuh yang berpotensi merusak fungsi otak dan meningkatkan risiko gangguan mental hingga penurunan kognitif.

Melansir dari laman Neuroscience News pada Jumat, studi yang dipimpin peneliti dari University of Ottawa itu menemukan molekul bernama methylglyoxal (MG) meningkat drastis dalam aliran darah setelah serangan jantung dan kemudian menumpuk di otak.

Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Neuroscience “Advanced Science”.

Peneliti menjelaskan serangan jantung membuat tubuh berada dalam kondisi stres berat, mulai dari berkurangnya oksigen, meningkatnya peradangan, hingga perubahan metabolisme tubuh.

Kondisi itu memicu lonjakan methylglyoxal yang kemudian masuk ke area otak yang berkaitan dengan emosi dan fungsi kognitif.

Penulis senior penelitian Dr. Erik Suuronen mengatakan sebelumnya methylglyoxal lebih banyak diteliti dalam kaitannya dengan penyakit metabolik seperti diabetes.

Namun, tim peneliti menemukan jaringan jantung yang rusak akibat serangan jantung juga menghasilkan molekul tersebut dalam jumlah tinggi.

“Kami memprediksi methylglyoxal dalam darah akan menargetkan organ lain termasuk otak, dan itu yang kami temukan,” kata Suuronen.

Penelitian tersebut juga menyoroti tingginya kasus depresi dan kecemasan pada pasien serangan jantung.

Menurut peneliti, penderita serangan jantung memiliki risiko depresi dan kecemasan hingga tiga kali lebih tinggi dibanding populasi umum.

Bahkan pasien yang mengalami depresi atau kecemasan setelah serangan jantung disebut memiliki kemungkinan hingga 2,7 kali lebih besar mengalami serangan jantung kedua atau kematian.

Peneliti menilai temuan ini memperkuat konsep “heart-brain axis” atau hubungan dua arah antara jantung dan otak.

Peradangan dan kerusakan sel otak akibat methylglyoxal juga dinilai berpotensi meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer's disease dan demensia.

Tim peneliti kini tengah mengembangkan terapi berbasis peptida yang dirancang untuk “menangkap” methylglyoxal sebelum merusak sel otak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.