Soal BBM, Warga OKU Timur Diminta Tetap Tenang dan Tak Menimbun.
Minggu, 24 Mei 2026, 05:47 WIBBupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan Lanosin Hamzah mengimbau masyarakat di daerahnya untuk tidak panik dan membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) secara berlebihan, apalagi sengaja menimbun karena berdampak negatif.
"Kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di OKU Timur sejak beberapa hari terakhir menjadi perhatian pemerintah," kata Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah di Martapura, Sumsel, Sabtu.
Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Pertamina guna memastikan tambahan pasokan BBM segera direalisasikan.
"Alhamdulillah, hasil koordinasi dengan Pertamina mulai hari ini kuota pengiriman BBM jenis Pertalite dan Bio Solar, khususnya untuk wilayah Belitang dan sekitarnya resmi ditambah dua kali lipat,â katanya.
Ia menjelaskan, sebelumnya distribusi BBM berada di angka 16.000 liter/hari dan kini meningkat menjadi 32.000 liter/hari.
âKami berharap tambahan kuota ini bisa membantu mengurai antrean masyarakat sehingga aktivitas kembali berjalan lancar,â lanjutnya.
Menurut Bupati, kelancaran distribusi BBM sangat penting bagi masyarakat, terutama bagi petani, pedagang dan pelaku usaha yang setiap hari bergantung pada mobilitas kendaraan.
Selain memastikan penambahan pasokan, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan ataupun penimbunan BBM.
"Perilaku panic buying maupun penimbunan BBM justru dapat menimbulkan dampak negatif, termasuk potensi kelangkaan di lapangan serta risiko pelanggaran hukum," ujarnya.
Sementara, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan OKU Timur Fajri Nuryadi menambahkan bahwa langkah antisipasi juga terus dilakukan pihaknya guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
âUntuk mengantisipasi kelangkaan BBM, Pertamina juga telah menyiagakan SPBU Kumoring Botuna Jaya Belitang Madang Raya yang beroperasi selama 24 jam,â ujarnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan BBM lebih mudah sekaligus mengurangi kepadatan antrean di sejumlah SPBU lainnya di wilayah itu.
- krisis bbm
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Parekraf Jakbar Perkuat Digitalisasi dan Kemandirian Pelaku Usaha
-
Trump Ancam Tarif 25 Persen bagi Negara yang Tetap Berbisnis dengan Iran
-
Subsidi BBM Tetap Dilanjutkan, Kira-kira Apa Alasan Menkeu
-
Belasan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Situbondo
-
Sertifikat Mutu KKP Selamatkan 20 Kontainer Udang Indonesia yang Tertahan di AS
-
Libur Lebaran Makin Seru, 6 Juta Wisatawan Diprediksi Serbu Jateng
-
RI Harus Waspadai Imbas Eskalasi AS - Venezuela
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.