Subsidi BBM Tetap Dilanjutkan, Kira-kira Apa Alasan Menkeu
Rabu, 08 Apr 2026, 06:34 WIBJAKARTA â Di negara-negara tetangga harga bahan bakar minyak (BBM) sudah naik seperti di Singapura dan Malaysia. Lalu mengapa Indonesia masih tak mau menaikkan harga BBM? Apa alasannya? Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan pemerintah menahan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yakni untuk menjaga laju ekonomi agar tidak melambat.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan dampak langsung terhadap masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Menurut dia, kenaikan harga BBM justru dinilai akan meningkatkan beban hidup masyarakat, meski langkah tersebut kerap dianggap dapat memperluas ruang fiskal.
âYang pertama, yang jelas ketika BBM naik, beban hidup rakyat banyak, utamanya yang (berpenghasilan) kecil kan terganggu,â jelasnya di Jakarta, Selasa. Selain itu, dari sisi ekonomi, kenaikan harga BBM hanya akan mengalihkan beban dari pemerintah kepada masyarakat.
âYang kedua kalau dari sisi ekonomi itu kan tinggal mindahin, kalau saya naikkin BBM-nya, uangnya jadi punya saya, tapi rakyat harus bayar lebih dan itu bisa melambatkan ekonominya,â tambah dia.
Purbaya pun mempertanyakan apakah pemerintah mampu mengelola tambahan ruang fiskal itu seefisien masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, dalam jangka pendek, masyarakat justru cenderung lebih efisien dalam menggunakan uang tersebut. âKalau masyarakat yang belanjakan, itu sesuai kebutuhan sehingga lebih tepat sasaran. Kalau pemerintah, bisa saja dibagi rata ke kementerian atau lembaga sehingga efisiensinya berkurang,â kata dia.
Lebih lanjut, Menkeu menegaskan bahwa kebijakan ini juga sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal dan perlindungan masyarakat di tengah ketidakpastian global. Ia menambahkan, arah kebijakan efisiensi anggaran tetap dijalankan, namun tidak dilakukan melalui kenaikan harga energi yang berpotensi menekan konsumsi rumah tangga.
Hal senada diungkapkan Anggota Komisi V DPR Hamka B Kady. Dia menilai keputusan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi langkah tepat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal yang mempengaruhi sektor energi.
"Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan eksternal yang mempengaruhi sektor energi," kata Hamka dalam keterangan di Jakarta, Kamis. Ia juga memberikan apresiasi atas keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, per 1 April 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempertahankan stabilitas ekonomi nasional.
- Subsidi BBM
- krisis bbm
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Legislator: Konsistensi Digitalisasi Kunci Penyaluran Subsidi BBM Tepat Sasaran, Tidak Perlu Satgas Baru
-
Parekraf Jakbar Perkuat Digitalisasi dan Kemandirian Pelaku Usaha
-
Libur Lebaran Makin Seru, 6 Juta Wisatawan Diprediksi Serbu Jateng
-
Mendagri: 99 Persen Pengungsi Bencana Sumatra Sudah Tinggalkan Tenda Pengungsian
-
Blokade Selat Hormuz: Iran Tarik 'Pajak' 2 Juta Dolar, Donald Trump Murka
-
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Harga BBM, Anggaran Subsidi Aman
-
B50 Bukan Strategi Ideal Turunkan Permintaan BBM Jangka Panjang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.