Sudin Jaksel Minta Pedagang dan Pengurus Koperasi Merah Putih Pilah Sampah
📅 Sabtu, 23 Mei 2026, 09:39 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jakarta Selatan (PPKUKM Jaksel) meminta pedagang binaan dan pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih mengikuti program pemilahan dan pengelolaan sampah.
"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta terkait gerakan pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya, sebagai upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Jakarta," kata Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin, saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (23/5).
Djaharuddin mengatakan sosialisasi soal pemilahan sampah ini merupakan bentuk komitmen untuk mendukung dan melakukan implementasi instruksi tersebut.
Dia menjelaskan sosialisasi ditujukan kepada pedagang lokasi binaan (lokbin), lokasi sementara (loksem), lokasi promosi dan pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang merupakan pusat ekonomi masyarakat.
Setiap harinya area tersebut menghasilkan sampah dalam jumlah besar, baik sampah organik maupun anorganik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan perubahan pola pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemkot Jaksel berharap para pedagang dan pengelola turut menyampaikan informasi ini secara berjenjang.
"Sehingga, yang lain juga dapat memahami tata cara pemilahan sampah yang baik dan benar, serta mampu menerapkannya secara konsisten," ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Kepala Bagian Pembangunan Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Eko Kalbaryanto mengatakan permasalahan sampah saat ini menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama.
Pertumbuhan aktivitas masyarakat dan kegiatan usaha, khususnya di kawasan perdagangan, tentunya berdampak pada meningkatnya volume sampah yang dihasilkan setiap harinya.
"Apabila sampah tersebut tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti penurunan kualitas kebersihan lingkungan, munculnya bau tidak sedap, tersumbatnya saluran air, meningkatnya risiko penyakit, hingga terganggunya kenyamanan masyarakat dan konsumen," kata Eko.
Eko mengajak seluruh pedagang dan pengelola KKMP mulai membangun kebiasaan disiplin dalam membuang dan memilah sampah di lingkungan usaha masing-masing.
Menurut dia, kebersihan lingkungan usaha bukan hanya menciptakan kenyamanan bagi masyarakat dan konsumen, tetapi juga mencerminkan budaya usaha yang tertib, sehat, dan bertanggung jawab.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada Sudin PPKUKM Jakarta Selatan yang telah menginisiasi kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan," ucap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!