Setiap Tahunnya Lebih dari 408.000 Kasus Kanker Baru Terjadi, Indonesia Butuh Perkuatan Kolaborasi Global
Sabtu, 23 Mei 2026, 12:05 WIBJAKARTA - Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022 di Indonesia mencatat lebih dari 408 ribu kasus kanker baru dengan angka kematian mencapai lebih dari 242 ribu kasus per tahun. Tingginya angka kasus kanker tersebut masih dihadapkan pada keterbatasan kapasitas layanan onkologi di Tanah Air. Saat ini, kurang dari 80 fasilitas radioterapi melayani lebih dari 275 juta penduduk. Untuk mengetasi masalah ini Indonesia membutuhkan perkuatan kolaborasi global, salah satunya melalui Siloam Oncology Summit 2026.
Kegiatan ini menegaskan komitmen MRCCC Siloam Semanggi sebagai rumah sakit rujukan kanker di Indonesia dan Asia Tenggara dalam menghadirkan layanan onkologi berstandar global, sekaligus memperkuat kolaborasi internasional melalui kehadiran pembicara dari berbagai negara dan kemitraan strategis dengan institusi dunia, termasuk The University of Texas MD Anderson Cancer Center (UT MD Anderson).
Pembukaan resmi The 6th Siloam Oncology Summit 2026 dilakukan oleh Chief Executive Officer Siloam International Hospitals, Caroline Riady, Executive Director MRCCC Siloam Semanggi, dr. Edy Gunawan, serta Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta dr. Ratna Sari. MKM. Chief Executive Officer Siloam International Hospitals, Caroline Riady, menyampaikan bahwa Siloam Oncology Summit merupakan bagian dari komitmen Siloam International Hospitals dalam memperkuat kualitas layanan kanker di Indonesia.
âSiloam International Hospitals percaya bahwa kualitas layanan kanker tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan fasilitas, tetapi juga oleh kesiapan dan kompetensi tenaga kesehatannya. Karena itu, kami berkomitmen memperkuat kapabilitas klinis melalui pembelajaran berkelanjutan, kolaborasi lintas disiplin, dan koneksi dengan komunitas medis global. Melalui Siloam Oncology Summit 2026, kami ingin berkontribusi dalam mendorong standar penanganan kanker yang lebih maju agar pasien di Indonesia dan Asia Tenggara dapat memperoleh layanan kanker berstandar internasional,â ujar Caroline di Jakarta (23/5).
Mengangkat tema âUnited by Uniqueâ yang diadaptasi dari Union for International CancerControl (UICC), kegiatan ini menjadi forum ilmiah untuk memperluas pertukaran pengetahuandan pembahasan perkembangan terkini dalam penanganan kanker berstandar global melalui pendekatan multidisiplin dan terintegrasi.Â
Diselenggarakan dengan melibatkan lebih dari 100 pembicara nasional dan internasional, Siloam Oncology Summit 2026 menghadirkan berbagai sesi ilmiah yang diikuti lebih dari 700 tenaga kesehatan. Keterlibatan dokter, perawat, apoteker, tenaga kesehatan profesional lainnya, dan pakar onkologi global mencerminkan pentingnya koordinasi lintas profesi dalam menghadirkan penanganan kanker yang lebih terintegrasi dan berstandar internasional di Indonesia yang disesuaikan dengan kebutuhan individu pasien.
Caroline juga menyampaikan bahwa Siloam Oncology Summit merupakan bagian dari komitmen Siloam International Hospitals dalam memperkuat kualitas layanan kanker di Indonesia.
âSiloam International Hospitals percaya bahwa kualitas layanan kanker tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan fasilitas, tetapi juga oleh kesiapan dan kompetensi tenaga kesehatannya. Karena itu, kami berkomitmen memperkuat kapabilitas klinis melalui pembelajaran berkelanjutan, kolaborasi lintas disiplin, dan koneksi dengan komunitas medis global. Melalui Siloam Oncology Summit 2026, kami ingin berkontribusi dalam mendorong standar penanganan kanker yang lebih maju agar pasien di Indonesia dan Asia Tenggara dapat memperoleh layanan kanker berstandar internasional,â ujarnya.
Sementara itu, Executive Director MRCCC Siloam Semanggi, dr. Edy Gunawan, MARS, menambahkan bahwa perkembangan ilmu onkologi, termasuk precision oncology, menuntut kesiapan tenaga kesehatan dalam memahami pendekatan terapi yang semakin personal, berbasis biomarker, dan didukung teknologi diagnostik yang terus berkembang.
âMRCCC Siloam Semanggi percaya bahwa pengembangan layanan kanker yang berkualitas membutuhkan pembelajaran berkelanjutan, adopsi teknologi, dan sinergi berbagai disiplin ilmu agar penanganan kanker di Indonesia dapat terus berkembang. Perkembangan terapi kanker modern tidak hanya berfokus pada peningkatan survival pasien, tetapi juga kualitas hidup melalui pendekatan terapi yang lebih personal dan minim efek samping,â ujarnya.

Selain menjadi wadah pertukaran ilmiah, The 6th Siloam Oncology Summit 2026 mempertegas komitmen MRCCC Siloam Semanggi dalam mendukung implementasi Rencana Kanker Nasional melalui penguatan kapabilitas tenaga kesehatan, pengembangan riset dan evidence klinis, serta kolaborasi multidisiplin lintas sektor.
Melalui inisiatif ini, MRCCC Siloam Semanggi terus mendorong transformasi layanan onkologi melalui inovasi teknologi, peningkatan kompetensi medis, dan kolaborasi strategis, sekaligus memperkuat kesiapan ekosistem onkologi nasional dalam menghadirkan layanan kanker yang lebih terintegrasi, berkualitas, dan berpusat pada pasien di masa depan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Dukung Penanganan Kanker Melalui Teknologi Pencitraan Medis, GE HealthCare dan Ikatan Elektromedis Indonesia (IKATEMI) Adakan Lokakarya Eksklusif di Surabaya
-
Kisah ibadah haji: Kasih ibu sepanjang masa, bakti Fatimah seluas samudra
-
Pemkab Bogor Jadikan Sukamakmur Pusat Ekonomi Baru Dukung CDOB Bogor Timur
-
Ikuti Jadwal Sidang Isbat, Pesantren Ini Lusa Sudah Lebaran
-
Kenali Gejala Kanker Tiroid, Benjolan di Leher Bisa Jadi Tanda Awal
-
Magnet Baru Wisata Bengkulu: Main Paralayang di Danau Mas Harun Bastari!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.