Begini Kronologinya, Satu Warga Meninggal Saat Karhutla Melanda Ketapang
Rabu, 05 Agu 2026, 14:13 WIBPONTIANAK - Seorang warga dilaporkan meninggal dunia saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sementara upaya pemadaman di sejumlah titik hingga kini masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
"Korban diduga menerobos kepulan asap saat hendak pulang. Kemungkinan karena kekurangan oksigen korban pingsan, kemudian di sisi kanan dan kiri jalan terdapat api sehingga korban meninggal dalam keadaan terbakar," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang Yunifar Purwantoro di Ketapang, Rabu.
Dia mengatakan korban diduga terjatuh saat melintasi kawasan yang dipenuhi asap tebal sehingga kehilangan kesadaran sebelum tubuhnya terbakar api di lokasi kejadian.
Selain korban meninggal, BPBD juga menerima laporan seorang warga lanjut usia mengalami luka bakar dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit dr. Agoesdjam Ketapang untuk mendapatkan perawatan medis.
Di sisi lain, Yunifar mengatakan kondisi karhutla di Ketapang hingga saat ini belum sepenuhnya dapat dikendalikan. Tim gabungan masih melakukan pemadaman sejak dini hari dan kembali diterjunkan ke lapangan pada pagi hari.
Menurut dia, helikopter "water bombing" mulai dioperasikan untuk membantu pemadaman di sejumlah lokasi prioritas, termasuk kawasan Desa Pelang dan Bukit Gunung Skuri di Kecamatan Sungai Laur yang menjadi perhatian karena tingkat kerawanannya.
Water bombing adalah teknik pemadaman api dari udara dengan menjatuhkan air atau cairan kimia dalam jumlah besar menggunakan helikopter atau pesawat khusus
BPBD memperkirakan luas lahan yang terbakar di kawasan Desa Pelang telah mencapai lebih dari 40 hektare. Upaya pemadaman darat masih terkendala sulitnya memperoleh sumber air di lokasi kebakaran.
"Kendala utama di lapangan adalah sumber air yang sangat terbatas. Karena itu, operasi 'water bombing' sangat dibutuhkan, terutama di lokasi yang sulit dijangkau oleh tim darat," katanya.
Ia berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat menempatkan helikopter patroli dan 'water bombing' di Bandara Rahadi Oesman Ketapang agar respons penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat.
Ia menambahkan titik kebakaran telah ditemukan di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Ketapang.
Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api untuk mencegah kebakaran meluas.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Pulih dari Cedera, Dony Tri Pamungkas Optimistis Persija Dapat 3 Poin Lawan PSIM
-
Menkeu Minta Restitusi Pajak Segera Dibayarkan
-
Pasar Gaung Padang Digerebek Polda Sumbar, Kawasan Ini Diduga Jadi Kampung Narkoba.
-
Cetak 1 Gol dan 2 Assist di Laga Terakhir! Lionel Messi Resmi Gantung Sepatu dari Timnas Argentina
-
Kebakaran Hutan Meluas di California, Melahap Rumah-rumah Mewah Bernilai Jutaan Dolar
-
Kejutan di China Open! Mertens Kalahkan Swiatek dan Melaju ke Semifinal
-
Antisipasi Kabut Asap, Polres Aceh Barat Bagikan 1.000 Masker
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.