Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Natuna Jadi Target Besar Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 21:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Natuna Jadi Target Besar Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Doc: ANTARA/Muhamad Nurman
Ket. Kapal nelayan Natuna saat sandar di Pelabuhan Pering pada Jumat (22/5/2026).

NATUNA – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penataan kawasan nelayan yang lebih modern, produktif, dan terintegrasi.

Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur permukiman, tetapi juga mendorong peningkatan rantai ekonomi perikanan, mulai dari akses logistik, pengolahan hasil tangkap, hingga pemasaran.

Jika dijalankan secara konsisten, KNMP berpotensi mengurangi ketimpangan pembangunan wilayah pesisir sekaligus memperkuat ketahanan pangan laut nasional.

Namun, keberhasilan program sangat bergantung pada keberlanjutan pendampingan ekonomi, kesiapan fasilitas pendukung, dan keterlibatan aktif masyarakat nelayan agar pembangunan tidak berhenti pada aspek fisik semata.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyetujui usulan pembangunan sembilan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Bupati Natuna Cen Sui Lan di Natuna, Jumat (22/5), mengatakan Pemerintah Kabupaten Natuna mengusulkan total 20 lokasi pembangunan KNMP pada 2025 dan 2026.

Menurut dia, usulan pada 2025 telah disetujui untuk satu lokasi dan saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Sementara sembilan lokasi yang baru disetujui merupakan usulan tahap pertama untuk 2026.

Kesembilan lokasi tersebut berada di Desa Tanjung, Desa Kelarik, Desa Kelarik Barat, Kelurahan Sedanau, Desa Tanjung Pala, Desa Sededap, Desa Selading, Desa Sabang Mawang, dan Desa Batu Belanak.

Ia menjelaskan, beberapa lokasi lain yang belum disetujui akan survei oleh pihak kementerian, baik survei awal maupun survei ulang.

“Progres pembangunan satu unit di Desa Cemaga Utara saat ini sudah lebih dari 70 persen. Kemudian ada sembilan lokasi yang sudah disetujui, sementara sisanya masih dalam proses survei,” ujar dia.

Cen Sui Lan mengatakan Natuna merupakan daerah yang masih bergantung pada dana transfer dari Pemerintah Pusat untuk mendukung pembangunan daerah.

Ia mengatakan saat ini kondisi keuangan daerah sedang tidak dalam kondisi maksimal, akibat penundaan penyaluran kurang bayar dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat untuk 2023 dan 2024, sehingga berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan.

Pemkab Natuna berharap dari kegiatan yang anggarannya berasal dari Pemerintah Pusat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, ujar dia.

“Oleh karena itu, kita memanfaatkan program-program dari pusat seperti kampung nelayan ini untuk mendongkrak ekonomi masyarakat, minimal membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan perputaran ekonomi di daerah,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Ekonomi
Kabut Asap Karhutla Hambat ...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.