Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Mengapa Bangkalan Bentuk Tim Khusus Pekerja Migran? Ini Target yang Ingin Dicapai

1 Senin, 12 Okt 2026, 04:16 WIB | Oleh:
Mengapa Bangkalan Bentuk Tim Khusus Pekerja Migran? Ini Target yang Ingin Dicapai Mengapa Bangkalan Bentuk Tim Khusus Pekerja Migran? Ini Target yang Ingin Dicapai Doc: Antara foto/HO-Disperinaker Bangkalan
Ket. Petugas Disperinaker Pemkab Bangkalan saat menjemput kepulangan dua PMI dari Malaysia karena bekerja secara ilegal atau nonprosedural.

BANGKALAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur membentuk tim khusus untuk menekan banyaknya warga yang bekerja di luar negeri sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) melalui jalur ilegal atau nonprosedural.

"Selain untuk menekan banyaknya warga Bangkalan yang PMI ilegal, tim khusus ini juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya merantau ke negeri orang melalui jalur resmi," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan Jemmi Tri Sukmana.

Dalam keterangan yang diterima di Bangkalan, Minggu malam, Jemmi menjelaskan, temuan banyaknya warga Bangkalan yang bekerja di luar negeri secara ilegal itu, setelah mereka bermasalah di tempat kerjanya, seperti meninggal dunia karena sakit atau mengalami kecelakaan kerja.

Ia menuturkan, selama kurun waktu September hingga 9 Oktober 2026, Disperinaker Bangkalan telah membantu pemulangan sebanyak 5 orang pekerja migran.

"Semua dari enam orang yang kami bantu tersebut bekerja di luar negeri secara nonprosedural alias ilegal," katanya.

Terakhir, kata Jemmi, menimpa PMI bernama Rusdi (33), warga Desa Togubang, Kecamatan Geger, dan Sainih (43), warga Desa Tebiru, Kecamatan Tanjung Bumi.

Kedua pekerja migran ini, dipulangkan ke tanah air setelah dideportasi dari Malaysia akibat persoalan keimigrasian.

Keduanya diketahui bekerja di negeri jiran itu, melalui jalur nonprosedural hingga harus menjalani penahanan sebelum akhirnya dipulangkan paksa ke Indonesia.

Menurut Jimmi, Rusdi berangkat pada 2 Agustus 2026 menggunakan visa wisata untuk masuk ke Thailand sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalur laut menuju Malaysia.

"Namun, sebelum sempat bekerja, Rusdi ditangkap oleh otoritas setempat dan menjalani penahanan selama dua bulan, sebelum akhirnya dipulangkan," tutur Jimmi.

Sedangkan Sainih diketahui telah berada di Malaysia sejak 2022, bekerja sebagai buruh bangunan. Ia kemudian ditangkap oleh petugas Keimigrasian Malaysia, lalu menjalani penahanan selama lima bulan sebelum akhirnya dideportasi ke Indonesia.

"Berdasarkan pengakuan yang disampaikan kepada kami, para pekerja migran yang berangkat secara nonprosedural ini, umumnya tertarik pada cerita sukses berbiaya murah," kata Jimmi.

Padahal, sambung dia, dari banyak hal, lebih banyak dampak negatifnya daripada positif, karena selain tidak mendapatkan perlindungan, juga tidak mendapatkan jaminan keselamatan kerja.

"Atas dasar itu, maka kami membentuk tim khusus dan tim ini bertugas melakukan sosialisasi jemput bola kepada warga yang berniat hendak bekerja di luar negeri," katanya.

Pemahaman yang utuh tentang keselamatan kerja dan dampak negatif bekerja di luar negeri melalui ilegal, menurut dia, harus tersampaikan secara lengkap kepada calon PMI.

Sebelumnya, Disperinaker Pemkab Bangkalan juga telah membantu pemulangan PMI sebanyak tiga orang dari berbeda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Aksi Demo Gen Z di Jerman B...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.