IHSG Hari Ini Tergelincir, Saham Energi Kehabisan Tenaga
📅 Kamis, 21 Mei 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjadi seiring tekanan pada saham sektor basic materials dan energi yang sebelumnya menjadi penopang utama penguatan pasar.
Koreksi pada dua sektor tersebut dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas global serta meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek permintaan di tengah perlambatan ekonomi dunia.
Saham berbasis batu bara, logam, dan bahan baku cenderung sensitif terhadap perubahan sentimen global karena kinerjanya sangat bergantung pada ekspor dan pergerakan harga internasional.
Di saat yang sama, penguatan dolar AS dan ketidakpastian arah suku bunga global turut memicu aksi ambil untung investor pada saham-saham komoditas.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan IHSG masih sangat dipengaruhi faktor eksternal, terutama dinamika pasar komoditas dan aliran modal asing di pasar negara berkembang.
Sebaiknya Anda baca juga:
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/5) sore ditutup melemah tertekan oleh saham-saham sektor basic materials (barang baku) dan sektor energi.
IHSG ditutup melemah 223,56 poin atau 3,54 persen ke posisi 6.094,94. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 14,28 poin atau 2,26 persen ke posisi 616,40.
“Sentimen utama pelemahan IHSG datang dari rencana sentralisasi ekspor komoditas oleh BUMM ekspor yang dianggap akan merugikan perusahaan maupun pemegang saham, sentimen negatif datang dari investor domestik maupun asing," ujar Fixed Income and Macro Strategist PT Mega Capital Indonesia Lionel Priyadi saat dihubungi di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pelaku pasar domestik maupun asing merespon rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA), termasuk pengaturan mengenai BUMN sebagai eksportir tunggal untuk sejumlah komoditas strategis.
Pelaku pasar juga merespon pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN khusus ekspor terhadap sektor sumber daya alam.
PT DSI berada langsung di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, dengan tugas utama memperkuat tata kelola ekspor sejumlah komoditas strategis, seperti minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferro alloy).
Adapun, salah satu alasan pembentukan BUMN khusus ekspor itu ialah dugaan praktik kurang bayar (underinvoicing) ekspor komoditas yang disebut merugikan negara hingga Rp15.400 triliun selama 34 tahun.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor terkoreksi yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 6,96 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen non primer yang turun masing-masing sebesar 6,74 persen dan 5,70 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!