Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berkas Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Sudah Rampung, Tuntutannya di Bawah Lima Tahun

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 18:27 WIB | Oleh:
Berkas Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Sudah Rampung, Tuntutannya di Bawah Lima Tahun Doc: antara foto
Ket. Rapat kerja dan rapat dengar pendapat yang digelar Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (21/5).

JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyebut berkas perkara kasus kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada akhir April lalu telah rampung.

Perkembangan penyidikan disampaikan Kasubditlaka Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol. Mariochristy P. S. Siregar dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat yang digelar Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (21/5).

“Saat ini berkas sudah selesai … Dan tidak lama lagi, sudah, kita sudah kirimkan berkas kepada nanti untuk ke jaksa. Karena ini tuntutannya di bawah lima tahun. Jadi, nanti akan langsung dilaksanakan sidang di Pengadilan Negeri Bekasi Kota,” ucap Mario.

Dia menjelaskan, penyidikan dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Kota Bekasi. Sementara itu, Korlantas Polri mendampingi penyidikan dan membantu olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut dia, ada dua peristiwa terkait kasus ini, yakni kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) dan taksi daring di perlintasan sebidang sekitar Stasiun Bekasi Timur serta kecelakaan antara KRL dan kereta api jarak jauh.

Dalam penyidikan, imbuh dia, kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya pengemudi taksi daring, masinis KRL, penjaga palang pintu perlintasan kereta, hingga perwakilan agen tunggal pemegang merek kendaraan taksi tersebut.

Kendati demikian, Mario tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai tersangka dalam kasus itu.

Kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek (kini KA Anggrek) dan KRL di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4) malam. Sebelum kejadian itu, ada temperan antara KRL dan taksi daring yang mogok di tengah rel pada perlintasan sebidang dekat stasiun.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan 124 orang menjadi korban dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, 16 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 103 korban telah diperbolehkan pulang setelah sempat dirawat di rumah sakit.

“Lima korban masih dirawat,” ucap Dudy yang juga hadir dalam rapat tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Pagi Ini, PN Jaksel Gelar P...
Nasional
Rachmat Gobel Bakal Dimakam...
Ekonomi
Sentimen Geopolitik Dominan...
Ukir Sejarah, Muchova dan Noskova Ciptakan Final Sesama Petenis Ceko di Wimbledon

Ukir Sejarah, Muchova dan Noskova Ciptakan Final Sesama Petenis Ceko di Wimbledon

10 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
IHSG Hari Ini Panen Sentimen Positif
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.