Bisnis IP Jadi “Tambang Baru” Potensi Ekonomi Besar di Masa Depan
Rabu, 20 Mei 2026, 01:18 WIBJAKARTA -Â Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menyebut bisnis berbasis kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP) sebagai âtambang baruâ yang memiliki potensi ekonomi besar di masa depan.
âJadi ini bisnis IP, makanya IP bisnis ini juga dibilang bahwa âThe New Miningâ, jadi tambang baru,â kata Riefky dalam peluncuran dan konferensi pers âIndonesia Animation Report 2026â di Jakarta, Selasa (19/5).
Menurut dia, industri berbasis IP memiliki potensi nilai ekonomi yang besar jika dikembangkan secara berkelanjutan melalui berbagai platform bisnis seperti film, gim, merchandise, musik, hingga produk turunan lainnya.
Riefky mencontohkan IP global seperti Gundam dan Pokemon yang mampu menghasilkan pendapatan besar selama puluhan tahun.
âIP Gundam dalam 47 tahun menghasilkan sekitar 26 billion US Dollar atau sekitar 460 triliun rupiah. Selain itu IP Pokemon dalam 30 tahun itu menghasilkan 92 billion US Dollar, sekitar 1.600 triliun rupiah,â ujarnya.
Ia mengatakan nilai ekonomi Pokemon pada 2025 bahkan telah mencapai sekitar 2.500 triliun rupiah dari satu IP.
Riefky menyebut Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan IP lokal mengingat anggota Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) saat ini telah memiliki 299 IP karakter.
âKalau kita kelola dengan benar, ini yang kita sedang dorong adalah apakah itu IP karakter yang munculnya dari video games, apakah dari merchandise, apakah nanti digunakan untuk trading cards, komik, box office film, home entertainment, buku, musik, atau video klip,â katanya.
Ia menilai kreator IP saat ini memiliki posisi strategis yang dapat disejajarkan dengan sektor industri sumber daya alam pada masa lalu.
âKalau hari ini ada IP-IP kreator menunggu di depan ruangan Anda, itu jangan dianggap remeh. Karena sekian tahun kemudian mungkin ini go public ketika IPO, ini akan jadi bisnis yang juga enggak kalah besar dari bisnis tambang,â ujar Riefky.
Indonesia Animation Report 2026 diluncurkan sebagai studi komprehensif mengenai kondisi, potensi, dan tantangan industri animasi nasional. Ant
- IP Lokal
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Rupiah Kembali Tersungkur akibat Kondisi Selat Hormuz yang Tetap Ditutup Iran
-
Pelatih Irak Minta FIFA Jadwal Ulang Playoff Piala Dunia
-
Pemkab Serang Targetkan 50 Persen Kopdes Merah Putih Aktif pada 2026
-
KAI Commuter Operasikan 1.149 Perjalanan pada Angkutan Lebaran 2026
-
Tak Mau Bergantung, RI Bidik Diversifikasi Ekspor Lewat I–EAEU FTA
-
Pekerja Migran Banyak Jadi Korban Kejahatan Finansial, Wamen Cristiani: Pentingnya Literasi Keuangan!
-
Wamenekraf Dukung Kolaborasi The Pokémon Company dan Happy Asmara untuk Perluas Pasar Musik Dangdut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.