Tak Mau Bergantung, RI Bidik Diversifikasi Ekspor Lewat I–EAEU FTA
Jumat, 10 Apr 2026, 22:15 WIBJAKARTA â Diversifikasi pasar ekspor menjadi strategi kunci untuk meredam risiko ketergantungan pada segelintir negara tujuan.
Ketika permintaan global terguncang oleh perlambatan ekonomi, konflik geopolitik, atau perubahan kebijakan dagang, negara yang memiliki portofolio pasar lebih luas cenderung lebih resilien karena dapat mengalihkan arus ekspornya.
Secara struktural, diversifikasi juga membuka peluang penetrasi ke pasar non-tradisional dengan karakter permintaan yang berbeda, sehingga mendorong peningkatan nilai tambah produk dan daya saing.
Namun, strategi ini menuntut kesiapan dari sisi standar kualitas, logistik, hingga diplomasi dagang. Tanpa itu, ekspansi pasar berpotensi tidak optimal dan justru menambah biaya adaptasi bagi pelaku usaha.
Pemerintah Indonesia mengincar diversifikasi pasar ekspor melalui percepatan implementasi The Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) di tengah meningkatnya proteksionisme global dan disrupsi perdagangan.
Upaya tersebut mengemuka dalam Pertemuan ke-7 Working Group on Trade, Investment, and Industry (WGTII) RI-Rusia.
âPada kerja sama dengan Federasi Rusia, kami meyakini terdapat banyak potensi besar yang belum digarap dengan maksimal guna meningkatkan kerja sama perdagangan yang berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan dan saling menguntungkan,â kata Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/4).
Ia mengatakan momentum peringatan 76 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia pada 2026 dapat dimanfaatkan untuk memperdalam kolaborasi melalui kerja sama yang lebih luas dan terstruktur, termasuk mendorong percepatan implementasi I-EAEU FTA.
Selain itu, kedua negara juga berupaya meningkatkan kerja sama di sektor prioritas, antara lain perdagangan, industri, investasi, ketahanan pangan dan ekonomi kreatif.
Sementara itu, Deputi Menteri Pembangunan Ekonomi Federasi Rusia Vladimir Illichev menekankan pentingnya implementasi hasil pertemuan sebelumnya, termasuk penandatanganan I-EAEU FTA.
Ia juga menyoroti perkembangan kerja sama strategis seperti sektor halal serta konektivitas logistik Surabaya-Vladivostok yang telah berjalan sejak 2023, serta berharap pertemuan itu menghasilkan langkah konkret menjelang agenda lanjutan di Kazan pada Mei mendatang.
Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Jose Tavares menyampaikan bahwa liberalisasi lebih dari 90 persen tarif melalui I-EAEU FTA menjadi langkah penting di tengah tren proteksionisme global.
Ia mencatat nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia telah mencapai hampir 5 miliar dolar AS pada 2025, namun masih terdapat ruang besar untuk peningkatan melalui diversifikasi perdagangan, penguatan kerja sama industri, serta identifikasi proyek investasi potensial.
âKita perlu mendorong keterlibatan yang lebih erat antara komunitas bisnis untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi,â kata Jose.
Di sisi lain, Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov menegaskan bahwa dimensi ekonomi menjadi pilar utama dalam penguatan hubungan bilateral kedua negara.
Ia juga menyoroti potensi kerja sama di berbagai sektor, mulai dari pertanian, industri halal, teknologi informasi, pengembangan infrastruktur, hingga pertambangan dan pengolahan.
- Pasar Ekspor
- I-EAEU FTA
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Diskon Tol Nataru Berbuah Manfaat, 4,39 Juta Pengguna Nikmati Keringanan Tarif
-
Sorotan ke Krim Kocok: Kemendag–BPOM Telusuri Kandungan N2O di Produk Kuliner
-
Transmigran Akhirnya Menerima Sertifikat Setelah Lama Menanti-nanti
-
Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru
-
NTB Diguyur Hujan Seharian, BMKG Beberkan Faktor Utama Penyebabnya
-
Momen Unik di Istana Burung Merpati Hinggap Saat Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-80 RI
-
Atletico Tumbang di Laga Pembuka La Liga, Espanyol Comeback Dramatis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.