Korut Perkuat Pasukan di Perbatasan Antar-Korea
📅 Selasa, 19 Mei 2026, 02:05 WIB | Oleh: Tim PenulisSEOUL – Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, telah menyerukan kepada para pejabat tinggi militer untuk memperkuat unit-unit garis depan dan mengubah perbatasan selatan negara itu menjadi benteng yang tak tertembus, demikian dilaporkan media pemerintah pada Senin (18/5).
Kim Jong-un memberikan instruksi tersebut dalam sebuah pertemuan pada Minggu (17/5) di mana sebuah foto yang dirilis oleh kantor berita KCNA menunjukkan dia memimpin para perwira militer yang mengenakan seragam lengkap.
Pemimpin Korut itu mengatakan kepada para pejabat militer bahwa perubahan besar akan dilakukan dalam upaya untuk mencegah perang dan bahwa para perwira komandan harus meningkatkan pandangan mereka terhadap musuh bebuyutan, yang tampaknya merujuk pada Korea Selatan (Korsel).
“Kim Jong-un menetapkan rencana untuk memperkuat unit-unit garis depan dan unit-unit utama lainnya dalam aspek militer dan teknis sebagai keputusan penting untuk mencegah perang secara lebih menyeluruh,” demikian laporan KCNA.
Rencana-rencana tersebut, yang menurut para ahli tampaknya dipengaruhi oleh perkembangan perang Russia dengan Ukraina, muncul pada saat hubungan dengan Korsel berada pada titik terendah dan Pyongyang tidak menanggapi tawaran dialog berulang kali dari Seoul.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertemuan itu berlangsung pada hari yang sama ketika tim sepak bola perempuan Korut mendarat di Korsel, sebuah kunjungan pertama dalam delapan tahun, yang membangkitkan harapan akan sedikit mencairnya hubungan yang dingin.
Menurut KCNA, Kim Jong-un juga berbicara tentang kebijakan pertahanan teritorial partai yang berkuasa, yaitu memperkuat unit-unit garis depan di perbatasan selatan dan mengubah garis perbatasan menjadi benteng yang tak tertembus.
Proyek-proyek untuk memodernisasi militer harus ditingkatkan untuk mendefinisikan kembali konsep operasi di semua bidang, demikian ungkap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hong Min, seorang analis senior di Institut Unifikasi Nasional Korea, mengatakan bahwa instruksi tersebut mencerminkan pelajaran yang dipetik dari perang Russia melawan Ukraina, di mana Pyongyang mendukung Moskwa dengan menyediakan pasukan.
“Instruksi ini mencerminkan kesadaran akan peperangan drone, serangan presisi, peperangan elektronik, dan medan pertempuran multi domain yang diamati dalam perang Ukraina dan konflik Timur Tengah,” kata Hong.
“Rencana Kim Jong-un juga menunjukkan konsep operasional multidomain yang meluas melampaui darat, laut, dan udara untuk mencakup domain bawah air, luar angkasa, elektronik, dan siber,” imbuh dia.
Target Denuklirisasi
Sementara itu kantor berita KBS pada Senin mewartakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah menegaskan kembali target untuk mencapai denuklirisasi Korut bersama Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dalam pertemuan puncak mereka di Beijing pekan lalu.
Dalam lembar fakta mengenai KTT tersebut yang dirilis pada Minggu (17/5), Gedung Putih menyatakan bahwa kedua pemimpin telah mencapai konsensus dalam beberapa isu, seperti menegaskan kembali target bersama mereka untuk melakukan denuklirisasi terhadap Korut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!