Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dubes UE: Kerja Sama dengan Indonesia Penting Guna Tegakkan Hukum Laut Dunia

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 08:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dubes UE: Kerja Sama dengan Indonesia Penting Guna Tegakkan Hukum Laut Dunia Doc: ANTARA
Ket. Duta Besar Uni Eropa (EU) untuk Indonesia Denis Chaibi menyampaikan sambutannya pada simposium terkait penegakan UNCLOS di masa kini di Kedutaan Besar Belanda, Jakarta, Senin (18/5/2026).

JAKARTA - Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi menekankan pentingnya kerja sama antara UE dan Indonesia dalam menegakkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) sebagai hukum kemaritiman dunia yang membawa maslahat bagi semua.

Ia mengatakan, penegakan UNCLOS oleh aktor-aktor penting di tingkat internasional saat ini semakin penting di tengah ketegangan geopolitik dunia yang “menguji validitas UNCLOS hingga batasnya”.

“Aktor-aktor penting seperti Uni Eropa dan Indonesia harus terus mengingatkan kepada dunia soal ‘win-win solution’ ini, karena jika tidak, alternatif yang ada hanyalah ‘lose-lose solution’,” kata Dubes Chaibi dalam sambutannya pada simposium terkait penegakan UNCLOS di masa kini di Kedutaan Besar Belanda Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, UNCLOS yang dipatuhi oleh banyak negara merupakan sebuah dokumen hukum yang ideal karena berhasil menyeimbangkan isu zona ekonomi eksklusif, hak antara negara pesisir dengan negara pengguna hak lintas, serta menyediakan mekanisme penyelesaian sengketa kelautan.

Sementara, Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sekaligus salah satu penggagas utama kelahiran UNCLOS, memiliki legitimasi yang sangat besar untuk mendorong penegakan hukum laut itu.

Menurut Dubes Chaibi, berbagai protokol kerja sama maritim di tingkat UE seperti operasi Irini, Atalanta, dan Aspides, dijalankan dengan pendirian maritim yang sama, yaitu agar terus mematuhi prinsip-prinsip UNCLOS.

Uni Eropa pun menunjukkan komitmennya terhadap hak pelayaran bebas untuk semua negara dengan memastikan Selat Denmark dan Selat Gibraltar tetap dibuka untuk kapal-kapal Rusia yang akan berlayar ke Samudera Atlantik Utara.

“Kawasan laut tersebut tetap terbuka meski kami bersitegang dengan sebuah negara yang membawa ancaman eksistensial bagi Eropa,” kata dia.

Dengan Uni Eropa mengelola Selat Denmark dan Selat Gibraltar serta Indonesia yang mengelola Selat Malaka -- titik perlintasan laut yang sangat penting bagi dunia -- Uni Eropa dan Indonesia memiliki posisi yang kuat dalam memberi sinyal kepada dunia terkait contoh baik pengelolaan kawasan laut.

“Kita pun harus menyelaraskan pesan bersama untuk memastikan negara-negara adidaya tidak salah paham soal pengelolaan laut,” ucap Dubes Chaibi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

38 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

44 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.