Sapi 'Mbah Iran' Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden, Peternak Bantul Semringah!
📅 Minggu, 17 Mei 2026, 21:25 WIB | Oleh: Opik
YOGYAKARTA - Peternak sapi asal Jati Wonokromo, Bantul, Sarjono (51) mengungkapkan kegembiraan karena sapi klangenannya yang bernama Mbah Iran terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada tahun ini.
"Awalnya dari dokter hewan yang mengajukan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, langsung dimasukkan ke Jakarta," kata Sarjono.di Yogyakarta, Minggu (17/5).
Ia mengetahui sapi miliknya telah terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo melalui seorang utusan dari Jakarta yang menghubunginya lewat sambungan telepon pada bulan Mei.
"Selanjutnya dari Dinas Pleret (Bantul) survei ke sini dan memberi vitamin hewan serta obat cacing agar sapi sehat," katanya.
Menurutnya sapi jenis Peranakan Ongole (PO) seberat satu ton itu menjadi salah satu hewan klangenan yang dirawat selama dua tahun.
Ia membeli sapi tersebut pada saat umur tiga tahun, sehingga saat ini usia sapi sudah sekitar 5 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Senang, karena dibutuhkan sama orang nomor satu di Indonesia, (dibeli) 90 juta rupiah," kata Sarjono.
Nama Mbah Iran, lanjutnya, berasal dari nama pemilik sapi sebelumnya yang merupakan peternak dari Kebumen, Jawa Tengah, hingga pada akhirnya nama tersebut saat ini melekat pada sapi itu.
"Dulu belinya saya dari Mbah Iran, terus saya namakan Mbah Iran," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, beberapa perawatan yang dilakukan setelah sapi terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo, seperti menjaga kebersihan dengan rutin memandikannya hingga pengawasan pakan.
"Perawatan ya juga khusus sekarang semenjak itu dibeli sama Pak Prabowo itu," katanya
Sarjono mengaku sudah sejak kecil memelihara sapi, hingga saat ini ada sekitar delapan sapi yang ada di kandang dekat rumahnya.
Beberapa tahun sebelumnya, sapi miliknya juga dilirik untuk dibeli dan dijadikan hewan kurban oleh Mantan Presiden Jokowi.
"Dulu pernah itu untuk Pak Jokowi yang tahun berapa itu, tapi tidak lolos karena ada syarat yang belum terpenuhi," katanya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!